Pembunuhan Guru SMKN 4: Ditinggal Tidur, Ditemukan di Kolong Ranjang | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Pembunuhan Guru SMKN 4: Ditinggal Tidur, Ditemukan di Kolong Ranjang

Foto Pembunuhan Guru SMKN 4: Ditinggal Tidur, Ditemukan di Kolong Ranjang

Uri.co.id (Pembunuhan Guru SMKN 4: Ditinggal Tidur, Ditemukan di Kolong Ranjang) , BANJARMASIN – Pembunuhan sadis guru SMKN 4 Banjarmasin, Retno Ariandini (24) mengegerkan warga Banjarmasin. Guru cantik itu dibunuh di rumahnya di Jalan Pramuka, Komplek Satelit Permai, Banjarmasin Timur, Kalimantan Timur (Kaltim).

Siapa pelaku pembunuhan guru SMKN 4 Banjarmasin itu? Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan. Polisi belum memastikan siapa pelaku dan apa motif dari pembunuhan sadis itu.

Diduga, guru SMKN 4 Banjarmasin itu merupakan korban rencana pemerkosaan. Pasalnya, sebelum kejadian korban sedang tidur di dalam kamar. Mayat korban ditemukan di kolong ranjang dalam kondisi pisau tertancap di lehernya.

Kuat dugaan, pelaku hendak mempekosa korban dengan ancaman pisau di leher. Namun, korban melawan sehingga pelaku nekat menikam leher korban hingga tewas.

Petugas gabungan dari Polresta Banjarmasin, Polsekta Banjarmasin Timur didukung Resmob Polda Kalsel terus bergerak melakukan pengejaran terhadap seorang tukang yang bekerja di rumah orang tua korban.

“Anggota langsung ke lapangan menyelidiki motif di balik tewasnya korban,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Wahyono.

Wahyono mengatakan, menurut keterangan pihak keluarga, pagi harinya anggota keluarga termasuk korban berangkat mengajar ke sekolah. Kemudian pukul 11.00 Wita, korban pulang ke rumah bersama ibu dan adiknya. Selanjutnya seusai salat Jumat,  ibu dan adik korban pergi ke luar rumah.

“Korban saat ditinggal ibu dan adiknya sedang tidur,” jelas Wahyono, seperti dikutip dari prokal.co, Sabtu (30/4/2016).

Ditambahkan Wahyono, sekitar pukul 15.30 Wita, seorang tukang bernama Udin mendengar ada suara ribut di dalam rumah. Namun, ia tidak berani masuk ke dalam rumah untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tak lama setelah itu ibu dan adik korban datang, kemudian Udin bercerita kalau dia mendengar keributan di dalam rumah.

“Saat ditemukan korban masih ada denyut nadi dan keluarga langsung melarikan ke rumah sakit. Tapi dalam perjalanan ke rumah sakit korban meninggal,” ujarnya.

Wahyono mengungkapkan, ada dua saksi yang sudah diperiksa dan dimintai keterangan, yaitu dua tukang bangunan yang merenovasi rumah korban.

Satu tukang masih dalam pencarian. Karena saat peristiwa terjadi diketahui satu tukang tidak ada di tempat kejadian dan  pulang lebih dulu. Begitu juga motif dan modus dari pembunuhan itu belum bisa dipastikan,” tandas Wahyono.(red/ulkifli/arbun/JM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id