5 Fakta Film Horor The Exorcist | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

5 Fakta Film Horor The Exorcist

Foto 5 Fakta Film Horor The Exorcist

Uri.co.id (5 Fakta Film Horor The Exorcist) , JAKARTA- Film horor The Exorcist rupanya masih menjadi tren bagi para penggemar film hasil adaptasi novel ciptaan William Peter Blatty ini meski sudah 43 tahun berlalu.

Dalam sebuah riset yang dilakukan baru-baru ini, film karya sutradara William Friedkin itu bahkan menduduki peringkat pertama dari 10 film horor paling seram di Hollywood.
Berikut lima fakta unik dari film horor The Exorcist berikut ini:

1. Suara mencekam
Bagi yang sudah menonton film The Exorcist, tentu akan familiar dengan suara mengerikan dari kepala yang berputar 180 derajat.

Kabarnya, demi menghasilkan suara yang sempurna, seorang spesialis efek suara bernama Gonzalo Gavira memakai sebuah dompet kulit tua yang diputar tepat di depan sebuah mikrofon. Hasilnya? Sungguh sebuah suara yang membuat pendengarnya bergidik ngeri.

2. Pemeran Wajah Iblis sesungguhnya
Di film The Exorcist. Penonton sempat dikejutkan dengan penampakan wajah iblis yang sangat mengerikan. Siapa sangka, meski mampu membuat banyak orang ketakutan, pemeran iblis tersebut sebenarnya adalah seorang aktris cantik bernama Eileen Dietz. Dirinya memang kerap membintangi film-film bertema horor.

3. Kehadiran Pastur
Untuk keperluan adegan terakhir, tepatnya di bagian pengakuan dosa, sutradara William Blatty mengajak seorang pastur muda bernama William O’Malley. Yang menarik, untuk mendapatkan ekspresi panik O’Malley, sang sutradara menampar wajahnya secara spontan di saat berteriak “Action!”.

4. Pemain diancam
Gara-gara aktingnya yang sangat total di film horor The Exorcist, aktris muda Linda Blair sempat mendapatkan ancaman pembunuhan dari sejumlah orang yang menganggap film itu “Dimuliakan oleh Setan”.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Warner Bros sampai menyiapkan beberapa pengawal untuk melindungi dirinya hingga enam bulan lamanya

5. Penonton Sampai mengalami patah rahang
Di balik kesuksesan film ini, seorang penonton bioskop memutuskan untuk menuntut sutradara beserta pihak Warner Bros. Hal itu ia lakukan setelah dirinya jatuh pingsan saat menonton dan mengalami patah rahang.
Ketika itu, film ini memang membawa pengaruh yang kuat kepada banyak penonton. Pihak bioskop pun bahkan menyediakan tim paramedis untuk mengobati orang-orang yang jatuh pingsan atau histeris akibat ketakutan yang berlebihan.(red/arta/aharja/cu/KRU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id