Astagfirullah, Restoran Telanjang Dibuka pada Bulan Puasa Ramadhan 2016 | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Astagfirullah, Restoran Telanjang Dibuka pada Bulan Puasa Ramadhan 2016

Foto Astagfirullah, Restoran Telanjang Dibuka pada Bulan Puasa Ramadhan 2016

Uri.co.id (Astagfirullah, Restoran Telanjang Dibuka pada Bulan Puasa Ramadhan 2016) , LONDON – Entah hanya kebetulan atau disengaja, sebuah restoran telanjang akan dibuka bertepatan dengan bulan puasa Ramdahan 2016. Selain pelayannya telanjang, para pengunjung juga akan telanjang di restoran itu.

Restoran telanjang pertama di Kota London, Inggris itu akan dibuka pada bulan Juni, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 2016. Seseuai kalender Islam, bulan puasa Ramadhan 2016 jatuh pada tanggal 6 Juni 2016.

Seperti dikutip dari laman Mirror.co.uk, Kamis (28/4/2016) sebanyak 27.000 orang sudah menyatakan kesediaannya untuk datang di restoran bugil itu pada Juni 2016. Calon pengunjung itu sudah masuk dalam daftar tunggu.

Restoran telanjang ini diberi nama The Bunyadi. Restoran ini menawarkan pengalaman makan dalam kondisi bugil. Semua orang di restoran ini bisa bebas dari perangkap kehidupan modern.

Di restoran ini tidak ada telepon, lampu listrik dan bahkan pakaian, seperti yang ada di kehidupan modern.

Restoran bugil tersebut hanya akan terbuka selama tiga bulan. Tampaknya, tidak semua dari mereka yang telah mendaftar bakal mendapatkan tempat di restoran hanya berkapasitas 42 orang pengunjung.

Halaman Facebook restoran itu menunjukkan peta dengan pin pada Whitehall, namun seorang juru bicara menegaskan ini bukan lokasi yang benar dan menolak untuk membeberkan lokasinya.

Para tamu di restoran bugil ini akan menikmati masakan dari kayu api. Peralatan makanan, seperti sendok dan garfu merupakan buatan tangan manusia, bukan buatan pabrik modern.

“Kami percaya orang akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati makan malam tanpa kotoran. Tidak ada bahan kimia, tidak ada pewarna buatan, tidak ada listrik, tidak ada gas, tidak ada telepon dan bahkan tidak ada pakaian jika mereka ingin,” ujar pendiri Lollipop, selaku penggagas konsep ini, Seb Lyall.

“Idenya adalah untuk mengalami pembebasan sejati. Kami telah bekerja sangat keras untuk merancang sebuah ruang di mana semua pelanggan berinteraksi dengan telanjang dan telanjang,” lanjut Seb.

“Penggunaan partisi bambu alami dan lilin telah memungkinkan kita untuk membuat restoran bijaksana. Tidak diragukan lagi, ini telah menjadi proyek yang paling menantang dan kami sangat bersemangat tentang hal itu,” tambahnya.

Menu makan belum dirilis. Namun, menu akan mencakup vegan dan non-vegan yang dimasak di atas api kayu.

Gaun, ruang ganti dan loker akan diberikan kepada para pengunjung untuk melepas pakaian. Para pengunjung tidak diizinkan mengambil foto di area restoran.(red/udha/anggala/utri/YMP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id