Karyawan Bergaji Rp 9 Juta Selalu Mengejar Kebutuhan Hidup Sampai Lupa Investasi

oleh

Jakarta – Pertanyaan dari Pembaca: Saya Agus karyawan swasta, menikah 1 anak dengan penghasilan Rp 9 juta per bulan. Kalau mengikuti kebutuhan hidup rasanya tiap bulan selalu habis dan kadang kurang.

Ingin sekali berinvestasi, tapi investasi apa yang cocok untuk jangka panjang. Yang saya tanyakan, berapa persen dari penghasilan yang harus kita gunakan untuk kebutuhan hidup, investasi jangka pendek dan panjang.

Mohon sarannya.

Terima Kasih

Jawaban:
Yth. Bapak Agus,

Problem yang Anda alami adalah problem yang umum dirasakan oleh banyak orang. Gaji setiap bulan selalu habis tak bersisa tanpa bisa menabung, berapa pun jumlah gaji yang diterima.

Sebaiknya tinjau ulang lagi pengeluaran Anda dan keluarga, pengeluaran apa saja yang sifatnya tersier dan bisa dikurangi agar dapat dialokasikan untuk menabung/berinvestasi. Pastikan dahulu Anda memiliki keuangan yang sehat, memiliki dana darurat, asuransi yang tepat, dan memiliki dana untuk ditabung/diinvestasikan sebelum bisa berinvestasi.

Sebelum memulai berinvestasi, terlebih dahulu tentukan untuk apa Anda akan berinvestasi. Bagi keluarga muda, biasanya tujuan investasi tidak jauh dari dana pendidikan anak dan dana pensiun.

Namun itu hanya salah satu contoh saja. Setelah menetapkan tujuan, tentukan kapan ingin tercapai dan berapa banyak dana yang dibutuhkan. Dengan mendata tujuan keuangan seperti tersebut, maka Anda sudah memiliki target yang harus Anda capai. Jika investasi dilakukan seadanya tanpa tujuan, maka sangat kecil kemungkinan investasi yang Anda lakukan akan berhasil.

Persentase biaya hidup dan investasi setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kondisi cashflow, gaya hidup, dan tentunya target keuangannya, oleh karena itu tidak dapat dipukul rata. Namun sebaiknya sisihkan minimal 10% untuk ditabung/investasi dari total penghasilan.

Investasi mengandung resiko, dan resiko tersebut harus Anda pahami dan pelajari agar tidak terjerumus, apalagi ke produk investasi bodong. Berinvestasilah ke produk yang sesuai dengan profil resiko Anda, hubungi perencana keuangan independen yang terpercaya untuk membantu Anda merencanakan keuangan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!