Puluhan Pejabat Keamanan AS Sebut Trump Sembrono, Tak Pantas Jadi Presiden | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Puluhan Pejabat Keamanan AS Sebut Trump Sembrono, Tak Pantas Jadi Presiden

Puluhan Pejabat Keamanan AS Sebut Trump Sembrono, Tak Pantas Jadi Presiden
Foto Puluhan Pejabat Keamanan AS Sebut Trump Sembrono, Tak Pantas Jadi Presiden

WASHINGTON DC, URI.co.id Sebanyak 50 pejabat keamanan dari kubu Partai Republik, Amerika Serikat, telah meneken untuk menolak kandidat presiden Donald Trump.

Para pejabat itu, seperti dilaporkan USA Today, Selasa (9/8/2016) pagi WIB, bahkan mengatakan bahwa Trump akan menjadi “presiden paling sembrono sepanjang sejarah Amerika Serikat”.

Jika Trump menjadi presiden, maka sosoknya akan menempatkan keamanan AS resiko besar.

Komentar puluhan pejabat keamanan AS dari kubu Republik itu diungkapkan secara tertulis dan sekaligus mengisyaratkan penolakan mereka terhadap Trump.

Kritik tersebut mungkin paling memberatkan Trump saat ini. Para pejabat juga telah berulang kali menunjukkan penilaian buruk mereka atas milyarder AS itu.

"Dari perspektif kebijakan luar negeri, Trump tidak memenuhi syarat menjadi presiden dan panglima," kata surat dari 50 pejabat itu seperti dilaporkan The Independent.

"Kami yakin dia akan menjadi presiden yang berbahaya," kata para petinggi itu.

Di antara 50 pendantangan surat itu terdapat Michael Hayden, mantan Direktur Central Intelligence Agency (CIA) dan National Security Agency (NAS).

Juga ada John Negroponte, Direktur Pertama Intelijen Nasional; Robert Zoellick, mantan Wakil Sekretaris Negara,  serta Tom Ridge dan Michael Chertoff, mantan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri.

Dalam surat mereka itu dikatakan, Trump telah "menunjukkan berulang kali bahwa ia memiliki sedikit pemahaman" tentang "kepentingan vital nasional, tantangan diplomatik yang kompleks”.

Juga dikatakan, " Trump telah menunjukkan bahwa dia tidak punya minat mendidik dirinya sendiri."

"Tak satu pun dari kita akan memilih Donald Trump," tulis surat itu, meskipun dikatakan juga bahwa banyak warga AS "memiliki keraguan tentang Hillary Clinton, seperti yang kita lakukan”.

The New York Times mengatakan, surat itu tidak hanya menggarisbawahi kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang pencalonan Trump, tapi tentang perpecahan dalam kubu Republik.

Pada Senin (8/8/2016) malam, Trump mengeluarkan pernyataan bahwa ia menolak 50 pejabat Republik.

Trump  mengatakan, "orang-orang dalam ini – bersama dengan Hillary Clinton – adalah pembuat keputusan fatal menyerang Irak, memungkinkan warga AS mati di Benghazi, dan mereka adalah orang-orang yang mungkin membuat ISIS lahir."

(uri/chsan/mrald/lamsyah/IEA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id