Tips Lawan Hacker yang Meminta Uang Tebusan | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Tips Lawan Hacker yang Meminta Uang Tebusan

Tips Lawan Hacker yang Meminta Uang Tebusan
Foto Tips Lawan Hacker yang Meminta Uang Tebusan

URI.co.id, Jakarta – Internet hampir tak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, dan celakanya sebagian dari kita semakin tergantung pada perangkat yang terhubung dengan data sehingga sulit untuk meninggalkan rumah tanpa mereka.

Apakah kamu menyadari, dengan menggunakan mesin pencari Google, siapa pun bisa memiliki akses ke foto-foto kamu, informasi tempat kamu bekerja, dan masih banyak lainnya? Bayangkan sejauh mana informasi soal diri kamu yang dapat digali hacker

Lebih buruknya lagi, jika cyber attacker atau dalam hal ini lebih dikenal dengan kelompok ransomware, menyimpan informasi tersebut. Bisa dipastikan bahwa data itu akan dijual ke pasar gelap.

Untuk menghindari hal itu, perusahaan keamanan Symantec dan Norton menyarankan untuk menginstal software keamanan yang komprehensif.

Apa Itu Ransomware?

Ransomware adalah malware yang menyandera perangkat korban, termasuk komputer dan perangkat pintar (bahkan smartwatch), untuk mendapatkan uang tebusan.

Ini dilakukan dengan membatasi akses dan mengunci perangkat tersebut atau dengan mengenkripsi data pengguna. Kemudian malware menampilkan catatan tebusan, sering kali mengaku dari polisi atau personel dari lembaga penegak hukum lain.

Agar tampak seperti asli, ransomware bahkan dapat mengidentifikasi negara tempat kamu berada dan menampilkan catatan tebusan yang terlihat seperti dari kepolisian setempat.

Catatan tebusan mungkin mengklaim bahwa komputer telah digunakan untuk melihat situs, video, atau gambar ilegal dan akan mencoba untuk menakut-nakuti korban agar membayar dengan mengancam akan membawa mereka ke pengadilan.

Korban seringkali malu untuk meminta bantuan karena catatan tebusan mungkin menyebutkan mereka melihat konten pornografi.

Apakah Harus Dikhawatirkan?

Mungkin mudah mengabaikan ransomware sebagai sesuatu yang tidak akan terjadi kepada kamu, namun perlu diingat bahwa ransomware muncul dengan cepat sebagai salah satu ancaman internet paling berbahaya.

Sebagai wilayah pusat, Indonesia menghadapi 14 serangan per hari dan berada di peringkat ke 13 di kawasan Asia Pasifik dalam hal ransomware berdasarkan destinasi.

Dalam 12 bulan terakhir, kelompok-kelompok ransomware besar semakin berani dan bisa mengirimkan malware mereka ke jutaan komputer.

Karena jumlah infeksi yang meningkat, jumlah keluarga ransomware baru yang ditemukan setiap tahunnya mencapai peningkatan sebesar 100, tertinggi yang pernah ada, dan uang tebusan rata-rata yang diminta oleh penyandera meningkat ke US$ 679, dari US$ 294 pada akhir 2015.

Pelaku kejahatan internet semakin pintar dalam melakukan pendekatan dan menyasar target yang lengah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan mereka. Saat ini, 43 persen korban ransomware adalah karyawan perusahaan.

Ketika kelompok ransomware terus menyempurnakan taktik mereka, sekarang waktunya bagi kamu untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman untuk menghindari situasi penyanderaan di dunia maya.

(Isk/Cas)

(uri/ni/ursalikah/AN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id