Kemenpar & Asosiasi Dunia Pastikan Peserta Tour de Singkarak Bersih dari Doping | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Kemenpar & Asosiasi Dunia Pastikan Peserta Tour de Singkarak Bersih dari Doping

Kemenpar & Asosiasi Dunia Pastikan Peserta Tour de Singkarak Bersih dari Doping
Foto Kemenpar & Asosiasi Dunia Pastikan Peserta Tour de Singkarak Bersih dari Doping

PENGGUNAAN doping untuk meningkatkan performa menjadi hal yang diharamkan dalam sebuah pertandingan olahraga.

Sama seperti di pertandingan Olimpiade, dalam ajang kompetitif Tour de Singkarak melarang keras para peserta dalam pemakaian doping.

"Kemarin sudah diambil 3 orang sampel urinnya, untuk membuktikan apakah mereka menggunakan doping atau tidak. Karena kita tidak mau atlet itu mengambil kesempatan untuk menjadi juara yang curang," ujar Jamaludin Mahmood, Race Director Tour de Singkarak dan Union Cycliste Internationale Comissaire kepada Okezone.

Hal ini disetujui oleh Hendri Karnoza, Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Kementerian Pariwisata. Ia mengatakan bahwa untuk meningkatkan mutu dari Tour de Singkarak ini memang diperlukan tes doping, juga sebagai bentuk dari sportifitas dala pertandingan.

"Panitia Tour de Singkarak bersama Race Director yang kita ambil dari Hong Kong. Jadi selalu dites doping setiap harinya," ujarnya kepada Okezone

.Selain menghindari terjadi kecurangan, Jamal mengatakan hal ini untuk kebaikan karier peserta. Biasanya ada sanksi yang diberikan pihak UCI kepada peserta balap sepeda yang ditemukan menggunaan doping.

"Pembalap juga pada tahu, risikonya menggunakan doping ini akan di-suspend selama 2 tahun dari UCI dan mungkin kariernya habis," ungkapnya.

Jamal menjelaskan di Tour de Singkarak ini peserta akan diambil sampel urinnya secara random setiap hari. Termasuk para pemenang di setiap etape.

Kabar baiknya, selama 8 tahun Tour de Singkarak berlangsung, tidak satupun dari peserta yang terbukti menggunakan doping.

"Dari lomba Tour de Singkarak ini dari tahun pertama hingga sekarang ini, tidak pernah Ada yang positif dalam hal dopping test ini" kata Jamal.

Doping memang memiliki efek samping yang buruk bagi para pembalap, terutama mereka yang sudah tidak lagi bersepeda. Efek yang ditimbulkan akan terasa 10 tahun kemudian.

"Doping itu memiliki side effectnya, jika sudah tidak menjadi atlet lagi, akan berdampak pada gangguan jantung, stroke, maupun ginjal. Atau apapun yang mengakibatkan mereka sakit," tukasnya. (jjs)

(uri/amanhuri/uhri/DZ)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id