Mitos dan Fakta Hubungan Memelihara Kucing dengan Kesehatan | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Mitos dan Fakta Hubungan Memelihara Kucing dengan Kesehatan

Mitos dan Fakta Hubungan Memelihara Kucing dengan Kesehatan
Foto Mitos dan Fakta Hubungan Memelihara Kucing dengan Kesehatan

KEDEKATAN manusia dan kucing yang dihadapkan dengan banyak mitos dan ketakutan lainnya. Selain takut tercakar dan kekhawatiran dengan kebersihan hewan tersebut, kerap membuat manusia khawatir keberadaan mereka berdampak pada kesehatan.

Kucing sering dianggap paling bisa menularkan penyakit tokso plasma yang memicu kemandulan atau memicu asma karena bulunya. Namun, kucing tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena munculnya penyakit tergantung dari kondisi kesehatan kucing dan manusia itu sendiri.

"Kucing termasuk hewan yang bersih karena mereka mampu membersihkan tubuh mereka sendiri dengan air liur dan lidah mereka," kata dokter hewan Angela Maharani, dalam media briefing FRIESKIES #500Catventure dan World Cat Day yang jatuh pada hari ini, Senin (8/8/2016), di Jakarta.

Lalu bagaimana seberanya hubungan antara kucing dan kesehatan? Mana yang mitos dan mana yang fakta? Dokter Angela pun menjelaskan lebih lanjut.

Kucing dan tokso plasma

Kucing bukan satu-satunya media atau binatang yang bisa menularkan penyakit ini. Faktanya, tokso plasma dapat menular dari kotoran hewan atau bahan makanan mentah yang terinfeksi, bahkan seperti pada lalapan mentah, kata drh Angela.

Kunci untuk mencegah penularan tokso plasma dari kucing adalah menjaga kebersihan diri. Hal ini terutama tangan yang digunakan untuk makan agar tidak masuk ke dalam tubuh.

Kucing dan asma

Beberapa penderita asma memang sensitif dengan bulu kucing, sehingga bisa memicu serangan asma, kata drh Angela. Tapi, tidak semua penderita asma demikian sehingga masih bisa hidup dengan kucing. Yang bertanggung jawab dalam memicu asma dari buku kucing adalah protein dari air liur.

"Air liur mengandung protein yang kemudian bisa menempel di rambut ketika mereka menjilat diri sendiri. Itulah yang memicu asma. Tapi kalau pemilik kucing dapat menjaga kebersihan kucingnya dengan baik, pemicu asma dapat diminalisir," jelasnya.

Kucing dan rabies

Rabies adalah penyakit yang bisa ditularkan oleh semua karnivora, termasuk kucing. Namun menurut drh Angela, infeksi ini lebih sedikit ditularkan antar kucing.

Untuk mencegah penularan ini, hewan bisa diberi pencegahan dengan vaksin rabies di dokter hewan dengan biaya murah, sekali setahun. (hel)

(uri/ndah/ulandari/IW)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id