Sekepal Aspal Indonesia, Media Ekspresi Pecinta Motor Kustom | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Sekepal Aspal Indonesia, Media Ekspresi Pecinta Motor Kustom

Sekepal Aspal Indonesia, Media Ekspresi Pecinta Motor Kustom
Foto Sekepal Aspal Indonesia, Media Ekspresi Pecinta Motor Kustom

URI.co.id

Tidak sekadar digunakan sebagai alat transportasi, motor saat ini sudah menjadi media menuangkan karya seni. Misalnya motor kustom. Ia telah berkembang menjadi sebuah pilihan untuk mengekspresikan diri.

Dengan potensi dari para penggiat motor kustom yang menjadikan hobinya sebagai karya yang berdedikasi tinggi, Sekepal Aspal Indonesia Motoart Exhibition (SAIME) kembali hadir memperkaya perkembangan skena motor kustom di Indonesia, yang digelar Minggu kemarin di di Joglo at Jeruk Purut Compound, Jakarta.

Salah satu penggagas SAIME Rizky Rosianto menjelaskan, kesamaan minat untuk mengekspresikan diri melalui motor kustom dan belajar menghargainya menjadi latar belakang acara ini.

“Dengan dukungan dari U Mild yang memiliki kesamaan visi dalam mengembangkan skena motor kustom tanah air, SAIME kami harapkan dapat menjadi media bagi para penggemar kustom agar dapat menentukan pilihan cerdas dalam berekspresi dan menghargainya sebagai sebuah karya seni,” jelas pria yang akrab disapa Mandra.

SAIME tahun ini menampilkan 23 motor kustom dan juga karya seni terkait budaya kustom dari 17 seniman. Adapun setiap tahunnya SAIME selalu menghadirkan karya untuk memperkaya perkembangan skena motor kustom Indonesia dan tahun ini karya tersebut diterjemahkan menjadi sebuah film dokumenter berjudul 1000 Kilometer.

Film ini menceritakan tentang perjalanan untuk bertemu langsung dengan para penggiat kustom yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

“Tentunya orang-orang tersebut adalah mereka yang berkecimpung cukup dalam, dan turut memberikan warna di motor kustom Indonesia dengan cara, sudut pandang, dan pendekatan mereka masing masing”, jelas Ilham Nuriadi selaku sutradara 1000 Kilometer.

Proses pembuatan film yang menghabiskan waktu hingga 4 bulan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para pemain dan kru di lapangan, terutama saat riding.

Film yang berdurasi 50 menit tersebut tak hanya mampu memperkaya pengalaman para pemain dan kru yang ingin mengekspresikan kecintaan mereka terhadap motor kustom. Namun film 1000 Kilometer dapat menjadi sebuah pilihan cerdas bagi para penggemar kustom untuk mengenal lebih jauh skena tersebut melalui sebuah medium yang menarik untuk dinikmati.(kpl/nzr/sno)

(uri/ndah/ulandari/IW)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id