Trump dan Hillary Berpolemik soal Skandal “E-mail” | Uri.co.id

Uri.co.id

Trump dan Hillary Berpolemik soal Skandal “E-mail”

Foto Trump dan Hillary Berpolemik soal Skandal “E-mail”

WASHINGTON, URI.co.id Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton diperkirakan akan membeberkan rencana kebijakan ekonomi mereka dalam kampanye di Detroit pekan ini.

Dalam beberapa hari belakangan, Trump terus melontarkan kritik kepada Hillary.

Trump bahkan mengolok-oloknya saat Hillary berbicara mengenai penggunaan e-mail pribadi untuk keperluan dinas semasa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Trump mengatakan, rakyat AS tentu tidak menginginkan seorang presiden yang tidak dapat berpikir dengan baik. 

“Dia 'korslet'. Ada yang tidak beres di otaknya. Ia benar-benar bermasalah,” kata Trump.

Sementara Hillary mengatakan, dia telah berulang kali mengakui bahwa tindakannya menggunakan akun e-mail pribadi merupakan suatu kekeliruan.

“Mungkin saya waktu itu tidak berpikir dengan baik, tetapi Direktur (FBI) Comey mengatakan ini benar-benar bukan disengaja," ungkap Hillary.

"Saya tidak dengan sengaja tidak memedulikan atau mengabaikan pentingnya dokumen-dokumen itu, karena dokumen tersebut tidak ditandai sebagai dokumen rahasia,” kilah Hillary lagi

Mantan Wali Kota New York dan Jaksa Federal Rudy Guilani mengatakan, ia bakal mendakwa Hillary terkait cara dia menangani dokumen-dokumen itu.

“Maksud saya, pertama-tama ia berbohong. Ia bukannya tidak dapat berpikir dengan baik. Ia berbohong pekan lalu sewaktu mengatakan FBI mendapati bahwa ia tidak berbohong,” ujar Guilani.

Hillary dan para pejabat lainnya telah menyatakan bahwa dokumen-dokumen rahasia tidak selalu bisa diidentifikasi dengan jelas.

Michael Morell, mantan penjabat Direktur CIA, dalam acara televisi ABC This Week, mengatakan, “Sewaktu ia mengatakan tidak ada informasi rahasia, itulah yang ia maksud. Dokumen itu tidak ditandai demikian.”

Suatu jajak pendapat ABC News/Washington Post baru-baru ini menunjukkan Hillary dan calon wakil presidennya, Senator Virginia Tim Kaine, unggul delapan persen daripada Trump dan pasangan calon wakil presidennya, Gubernur Indiana Mike Pence.

Program ekonomi
Sementara itu, ekonomi diperkirakan akan menjadi fokus kampanye pekan ini sewaktu kedua calon presiden itu menyampaikan pidato-pidato penting di Kota Detroit.

Trump dijadwalkan berpidato hari Senin, sedangkan Clinton akan berbicara hari Jumat di Detroit, kota di kawasan tengah yang merupakan pusat industri otomotif AS.

Trump pernah mengatakan bahwa ia akan menjadi presiden terbaik yang pernah Tuhan ciptakan.

Rencana ekonominya diperkirakan akan mencakup pengurangan pajak korporasi untuk pengusaha dan industri.

Dia pun berniat merundingkan kembali perjanjian-perjanjian perdagangan yang menurut dia hanya bermanfaat bagi negara-negara seperti China dan Meksiko.

Mantan Ketua DPR Amerika Newt Gingrich, yang tidak begitu antusias mendukung Trump, ditanya oleh Fox News Sunday apakah rencana ekonomi Trump akan efektif?

Gingrich menjawab, “tentu saja tidak, tak ada pernyataannya yang tepat.”

Sementara itu, Hillary telah menyatakan ia akan mengajukan program penciptaan lapangan kerja terbesar sejak Perang Dunia II, yang berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur yang hancur.

Contohnya antara lain, memperbaiki dan membangun jalan-jalan, jembatan, dan bandara.

Dia mengaku akan mengupayakannya dengan memastikan orang-orang kaya dan perusahaan-perusahaan AS membayar pajak mereka dengan proporsi yang adil.

(uri/adly/achman/SR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id