Status Tanah Pinjaman Berujung Pengosongan Asrama TNI Makassar | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Status Tanah Pinjaman Berujung Pengosongan Asrama TNI Makassar

Status Tanah Pinjaman Berujung Pengosongan Asrama TNI Makassar
Foto Status Tanah Pinjaman Berujung Pengosongan Asrama TNI Makassar

URI.co.id, Makassar – Sejumlah penghuni asrama menangis haru saat mengosongkan kediamannya selama ini di Asrama TNI Bara-Baraya Makassar. Namun, sebagian penghuni ngotot bertahan meski sudah diperingatkan Kodam VII Wirabuana.

"Kalau saya tetap memilih bertahan sampai ada kompensasi diberikan jika tidak saya berani mati mempertahankan rumah ini," kata Indira Durmi (63), janda almarhum Koptu (purn) Ramli saat ditemui di Asrama TNI Bara-Barayya Makassar, Senin (8/8/2016).

Upaya pengosongan yang dilakukan Kodam VII Wirabuana menurut Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana, Letkol (Inf) Alamsyah tidak serta merta langsung dilakukan sekaligus melainkan dilakukan secara bertahap.

"Kita telah berikan surat pemberitahuan untuk pengosongan (SP) pertama hingga Rabu, 5 Agustus 2016, kita terbitkan lagi SP kedua. Tapi jika selanjutnya SP 3 mereka tak juga mau mengosongkan asrama, kita terpaksa melakukan upaya pengosongan paksa," ujar Alamsyah kepada URI.co.id.

Ia mengungkapkan pengosongan tersebut dilakukan lahan asrama TNI Bara-Barayya Makassar telah diminta kembali oleh ahli waris pemilik lahan. Kodam VII Wirabuana berjanji untuk mengembalikan lahan yang statusnya sewa tersebut ke tangan pemiliknya, yakni Modinong Daeng Matika, yang dipinjam sejak 1959.

"Kodam VII Wirabuana ingin menampung prajuritnya namun terbatas lahan sehingga Kodam meminjam lahan dengan status disewa dari pemilik lahan bernama Madinong Daeng Matika. Itulah yang saat ini menjadi asrama TNI Bara-Barayya Makassar," tutur Alamsyah.

Setelah puluhan tahun berganti, ahli waris Madinong Daeng Matika bernama Ahmad Umar meminta ke Kodam agar lahannya dikembalikan. Luas lahan asrama TNI Bara-barayya Makassar itu, kata Alamsyah, mencapai 29 hektare. Kepemilikan tanah oleh ahli waris itu dibuktikan dengan surat rincik tanah.

(uri/irin/iechtiana/RL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id