Sejarah Referendum Berbagai Negara, dari Brexit hingga Thailand | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Sejarah Referendum Berbagai Negara, dari Brexit hingga Thailand

Sejarah Referendum Berbagai Negara, dari Brexit hingga Thailand
Foto Sejarah Referendum Berbagai Negara, dari Brexit hingga Thailand

REFERENDUM menjadi cara masyarakat suatu negara menentukan arah pemerintahan dan nasib bangsa. Setiap pihak, dalam hal ini warga negara, yang memiliki hak suara berhak menentukan untuk menerima atau menolak suatu proposal tertentu.

Misalnya yang dilakukan rakyat Thailand. Melalui referendum yang digelar Minggu 7 Agustus, mereka memilih untuk menerima konstitusi militer baru atau tidak. Referendum di Negeri Gajah Putih itu bisa dikatakan menjadi refleksi keadaan internal negaranya ketika junta militer ingin kian menancapkan kekuasaan mereka.

Namun, nyatanya tidak hanya Thailand, hampir setiap negara di dunia pernah melalui proses politik ini.  Pada kesempatan kali ini Okezone akan mengulas lima referendum yang dialami oleh beberapa negara dan dianggap cukup berpengaruh di mata internasional.

Referendum Okinawa

Referendum Okinawa atau yang dikenal juga dengan istilah gerakan kemerdekaan Ryukyu (Ryukyu Dokuritsu Undo) sebenarnya sudah menyeruak semenjak 1945. Pergerakan ini menyerukan kemerdekaan dari Okinawa serta pulau di sekitarnya dari tangan Jepang.

Namun, pada 1972 referendum ini ditolak usai banyaknya pihak di Okinawa yang menginginkan mereka tetap tergabung dengan Jepang. Sehingga pada 15 Mei 1972, Kepulauan yang sempat menamakan dirinya Ryukyu tersebut akhirnya dikembalikan ke Negeri Sakura.

Namun, kabar mengenai pemisahan diri ini kembali muncul pada 2014 usai beberapa perwakilan dari Okinawa datang ke Skotlandia untuk mencari inspirasi pembentukan referendum.  Walaupun pergerakan ini bisa dikatakan lebih kecil dibanding keadaan di Skotlandia pada waktu itu, para aktivis mengatakan mereka menginginkan referendum di tengah keadaan Jepang yang menolak kehadiran markas militer di Okinawa.

Tapi karena tidak terlalu mendapat banyak dukungan, proposal terkait referendum Okinawa pada 2014 tidak pernah mendapatkan persetujuan dari banyak pihak. Hingga kini Okinawa masih berstatus sebagai prefektur dari Negeri Sakura (emj)

(uri/ndah/ulandari/IW)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id