Menggetarkan, Ratusan Siswa SD Salat Duha Setiap Hari di Lapangan | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Menggetarkan, Ratusan Siswa SD Salat Duha Setiap Hari di Lapangan

Menggetarkan, Ratusan Siswa SD Salat Duha Setiap Hari di Lapangan
Foto Menggetarkan, Ratusan Siswa SD Salat Duha Setiap Hari di Lapangan

URI.co.id, Semarang – Baris-baris Surat Alkafirun masih sempat terdengar dari lisan Imam Ghozi Faisal Ma'syum. Siswa kelas 5 SD Juara Semarang itu seperti tak merasakan sengatan matahari. Dengan khusyuk ia menjadi imam salat duha di sekolahnya.

Sementara itu sekitar 120-an siswa lain, mulai kelas satu hingga kelas enam, seakan larut dalam bacaan salat sang Imam. Hebatnya, salat duha digelar di lapangan terbuka yang panas.

Sekolah Juara adalah sekolah gratis swasta yang diperuntukkan bagi warga miskin di Semarang, Jawa Tengah. Biasanya mereka menggelar salat duha di musala sebagai pembuka kegiatan belajar.

Imam Ghozy kemudian membandingkan gedung barunya dengan gedung lamanya. Meski sama-sama berstatus kontrak, namun gedung lama memiliki musala besar, mampu menampung 150-an jemaah anak-anak.

"Di sana kami nggak repot menggelar terpal dan sajadah. Kan ada musala," tutur Imam Ghozy.

Meski sekolah ini gratis, siswanya selalu mendapat paket peralatan sekolah, seragam gratis, bahkan makan siang gratis. Namun secara prestasi akademis maupun lainnya cukup mumpuni. Puluhan tropi dipajang di lemari ruang guru dan kepala sekolah.

Meski demikian, Zainal Abidin dan guru-guru pengasuhnya tetap mengajarkan kerendahan hati. Dewi, Learning Support di SD Juara, menyebutkan, tujuan utama pendidikan bukan sekadar mengejar prestasi akademis. Namun membentuk akhlak dan karakter peserta didik.

"Anak-anak terbiasa dengan salat dan ngaji. Semoga bisa terbawa sampai dewasa. Perubahan sosial bisa menjadi lebih baik ke depannya. Ini hanya bagian kecil saja dari belantara keanekaragaman metode pendidikan," ujar Dewi.

Salah satu karakter yang ditanamkan adalah kemandirian. Mengingat para siswanya dari kaum miskin. Pembelajaran kemandirian itu dibuktikan dengan tak pernah mengedarkan proposal meminta sumbangan. Proposal dibuat jika ada donatur yang hendak memberi sumbangan dan meminta dibuatkan proposal.

(uri/ayu/ermawan/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id