Gembong Penjahat Siber Internasional Berhasil Dibekuk | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Gembong Penjahat Siber Internasional Berhasil Dibekuk

Gembong Penjahat Siber Internasional Berhasil Dibekuk
Foto Gembong Penjahat Siber Internasional Berhasil Dibekuk

JAKARTA – Trend Micro Incorporated hari ini mengumumkan sebuah keberhasilan dibekuknya salah satu gembong kejahatan siber internasional yang bermarkas di Nigeria.

Penjahat siber itu ditengarai berhasil menggasak uang hasil kejahatan setara lebih dari USD60 juta yang mereka hasilkan dari penipuan melalui business email compromise (BEC) scams dan model penipuan CEO fraud.

Operasi penggerebekan ini merupakan hasil kolaborasi antara INTERPOL bersama Nigerian Economic and Financial Crime Commission dengan mendayagunakan riset Trend Micro dalam mengidentifikasi dan menangkap pelaku kejahatan siber tersebut.

“Trend Micro merupakan advokat keamanan yang aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen baik di sektor publik maupun swasta dalam memerangi kejahatan dunia maya,” ujar Raimund Genes, Chief Technology Officer Trend Micro.

“Kami menentang segala bentuk tindak kejahatan yang memanfaatkan teknologi dalam melancarkan aksi mereka, dan kami berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan terbaik bagi aparat penegak hukum untuk membantu melacak dan menangkap para penjahat siber," tambahnya.

Raimund menyatakan, ini menjadi salah satu tonggak bagi komunitas keamanan siber untuk makin mempererat kerjasama menumpas kejahatan siber.

"Gembong penjahat asal Nigeria yang berhasil ditangkap tersebut ditengarai sebagai pemimpin dari 40 orang kawanan di jaringan penjahat siber yang beroperasi di Nigeria, Malaysia dan Afrika Selatan," ucapnya melalui keterangan resmi kepada Okezone, Senin (8/8/2016).

Ia menjelaskan, mereka menciptakan malware dalam melancarkan serangan siber. Gembong tersebut dicurigai juga terlibat dalam tindak kejahatan pencucian uang bersama dengan para pelaku pencuci uang dari negara China, Eropa, serta Amerika Serikat yang menyediakan detail akun bank secara ilegal sebagai tempat penyimpanan uang hasil curian mereka.

Sementara itu, Noboru Nakatani, Executive Director of the INTERPOL Global Complex for Innovation menyatakan, keberhasilan operasi penangkapan ini tentu tak lepas dari kerjasama yang terjalin erat di antara pihak-pihak yang tergabung dalam komunitas keamanan global yang memiliki tujuan yang sama yakni bersama-sama mewujudkan internet yang aman.

"BEC scams sulit diberantas karena kompleksitas operasi mereka, untuk itulah dibutuhkan kerjasama yang erat yang terjalin di semua sektor, baik oleh swasta maupun pemerintah, dalam memerangi dan menanggulangi tindak kejahatan siber," pungkasnya. (kem)

(uri/ndah/ulandari/IW)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id