Dituduh Mata-Mata, Warga AS Diusir (Lagi) dari Pakistan | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Dituduh Mata-Mata, Warga AS Diusir (Lagi) dari Pakistan

Dituduh Mata-Mata, Warga AS Diusir (Lagi) dari Pakistan
Foto Dituduh Mata-Mata, Warga AS Diusir (Lagi) dari Pakistan

RAWALPINDI – Seorang warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan dideportasi dua kali dari Pakistan. Pria tersebut dideportasi dengan alasan terlibat dalam kasus spionase.

Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (8/8/2016) Matthew Barret sebenarnya sudah ditahan dan dideportasi dari Pakistan pada 2011. Namun, dia nekat untuk kembali dan bisa masuk ke negara tersebut tahun ini akibat kelalaian petugas.

Media cetak Dawn mewartakan, pejabat dari Dinas Investigasi Federal (FIA) Pakistan menuturkan, Barret ditangkap di sebuah losmen yang berlokasi di Islamabad. Dilaporkan, dia ditangkap dalam selang waktu beberapa jam usai petugas imigrasi di Bandara Internasional Rawapindi, secara tidak sengaja mengizinkan ia masuk ke Pakistan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Pakistan, Chaudhry Nisar Ali Khan telah memerintahkan untuk diadakan penyelidikan terkait pemberian visa kepada Barret. Dikabarkan akibat insiden ini, seorang pejabat Keimigrasian Pakistan ditangkap dan asisten direktur di Badan FIA diskors.

Sebenarnya Visa dari Barret sendiri masih berlaku hingga 30 Juni 2020. Visa miliknya membuatnya diperbolehkan untuk tinggal di Pakistan hingga satu tahun.

Namun, pada 2011, Barret masuk ke dalam daftar hitam usai ia ditangkap usai melewati izin tinggal. Ketika sedang berada dalam penyelidikan, pria AS tersebut juga dijatuhkan dakwaan melakukan spionase berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pakistan pada bab 123, terkait tindakan yang bertujuan mengobarkan perang.

Pihak otoritas Pakistan mengklaim Barret ditangkap di daerah yang dilarang dimasuki warga sipil. Serta ditemukan peta serta foto-foto yang mengindikasi Barret bekerja sebagai mata-mata. Semenjak itu, ia langsung dideportasi dan dilarang untuk masuk kembali ke Pakistan. (emj)

(uri/udha/anggala/utri/YMP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id