Waluyo Meminta Pengadilan Mencabut Akta Kematiannya yang Sudah Setahun | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Waluyo Meminta Pengadilan Mencabut Akta Kematiannya yang Sudah Setahun

Waluyo Meminta Pengadilan Mencabut Akta Kematiannya yang Sudah Setahun
Foto Waluyo Meminta Pengadilan Mencabut Akta Kematiannya yang Sudah Setahun

URI.co.id, YOGYAKARTA – Waluyo (62) mendatangi Pengadilan NegeriYogyakarta, Senin (8/8/2016). Selama ini warga menganggapnya sudah meninggal setahun lalu.

Kedatangan Waluyo yang didampingi keluarga, aparat desa serta pihak kepolisian. Mereka ingin meminta Pengadilan NegeriYogyakarta agar namanya dihidupkan kembali secara administratif.

“Jadi mau meminta agar bapak punya KTP lagi sama biar namanya masuk dalam C1 (Kartu Keluarga) lagi,” jelas sang anak Anti Ristanti kepada wartawan.

Secara administratif Waluyo sudah dinyatakan meninggal sesuai akta kematian yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta. Sementara keluarga mereka juga sudah memiliki kartu keluarga yang baru dengan sang ibu Alim Estakinah yang menjadi kepala keluarga.

Dengan pencabutan akta kematian Waluyo melalui pengadilan, keluarga berharap Waluyo dapat kembali mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara seperti KTP, Jamkesmas, BLT dan lainnya.

“Kita tadi sudah ngobrol sama orang pengadilan katanya mau dibantu biar cepet kita bersyukur sekali,” ujar Anti.

Namun begitu mereka masih harus kembali karena berkas mereka ajukan masih kurang. “Masih kurang surat tidak mampu dari desa besok kita kembali lagi,” tambah dia.

Waluyo bikin geger warga kampungnya saat pulang ke rumahnya setelah setahun menghilang. Selama ini warga dan keluarga menyakini Waluyo meninggal dan dikuburkan pada Mei 2015.

Setelah diusut ternyata selama ini Waluyo hidup menggelandang di Semarang tanpa pamit ke keluarga. Sementara jenazah yang dikuburkan keluarga Waluyo usai kecelakaan di Wonosari adalah gelandangan lain yang memiliki kemiripan wajah dan tubuh dengan Waluyo.

(uri/aufik/ahman/TR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id