Enam Pemain Ditolak Israel, Final Piala Palestina Ditunda | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Enam Pemain Ditolak Israel, Final Piala Palestina Ditunda

Enam Pemain Ditolak Israel, Final Piala Palestina Ditunda
Foto Enam Pemain Ditolak Israel, Final Piala Palestina Ditunda

TEPI BARAT – Pertandingan leg kedua Final Piala Palestina antara tuan rumah Ahly al Khalil berhadapan dengan Shabab Khan Yunis terpaksa ditunda pada Sabtu 30 Juli 2016. Sebab, enam pemain tim tamu yang berasal dari Jalur Gaza dilarang masuk ke Tepi Barat oleh otoritas Israel.

Menurut Presiden Asosiasi Sepakbola Palestina (PFA) Jibril al Rajoub, Israel menolak izin masuk terhadap enam pemain dan pelatih klub Shabab Khan Yunis. Padahal, mereka harus menjalani partai tandang ke Ahly al Khalil setelah mengalami kekalahan 1-0 di leg pertama saat bertindak sebagai tuan rumah.

Seperti dimuat Al Araby, Minggu (31/7/2016), seluruh pemain Shabab Khan Yunis bahkan ditahan dan diinterogasi dalam keadaan yang tidak manusiawi di perbatasan Erez menuju Tepi Barat. Rajoub menuturkan, keenam pemain tersebut tidak memiliki izin dari Israel untuk masuk ke Tepi Barat.

Akibatnya, PFA terpaksa menunda laga tersebut untuk 48 jam ke depan. Penundaan sengaja dilakukan sehingga keenam pemain tersebut dapat mengurus izin masuk ke otoritas Israel. Pertandingan tersebut sangat penting karena akan menentukan wakil Palestina di Liga Champions Asia pada 2017.

Selama ini, PFA sudah mengajukan keluhan kepada Federasi Asosiasi Sepakbola Dunia, FIFA, serta Konfederasi Sepakbola Asia, AFC, terkait aksi Israel tersebut. Selama ini pemain-pemain asal Palestina tidak dapat bergerak bebas untuk menjalani kompetisi karena dihambat oleh Israel. Untuk itu, Rajoub bahkan memimpin kampanye agar Israel dibekukan dari FIFA.

Gaza berada di bawah kekuasaan Hamas yang dianggap sebagai teroris. Isarel selama ini menjatuhkan blokade terhadap Jalur Gaza sehingga mereka yang hendak keluar masuk wilayah tersebut harus mendapatkan izin dari otoritas setempat.  (wab)

(uri/Amin/adani/MM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id