Menpar Arief Yahya dan Praktisi Deklarasi Penguatan Reputasi Bangsa di Bali | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Menpar Arief Yahya dan Praktisi Deklarasi Penguatan Reputasi Bangsa di Bali

Foto Menpar Arief Yahya dan Praktisi Deklarasi Penguatan Reputasi Bangsa di Bali

Uri.co.id (Menpar Arief Yahya dan Praktisi Deklarasi Penguatan Reputasi Bangsa di Bali) , BALI – Menteri Pariwisata Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama sejumlah pejabat negara dan praktisi, menandatangani Deklarasi Komunitas PR Indonesia untuk Reputasi Bangsa di Bali.

“Kami, praktisi, akademisi, dan komunitas public relations (PR) di seluruh Indonesia, berkomitmen membangun Reputasi Bangsa dan Negara melalui pilar komunikasi dan kinerja unggul di korporasi dan lembaga kami mengabdi,” demikian isi naskah deklarasi penguatan reputasi bangsa yang ditandatangani Arief Yahya.

Selain Arief Yahyah, naskah deklarasi tersebut juga ditandatangani oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Niken Widyastuti, Direktur Utama Telkomsel Ririk Ardiansyah, dan Dirut Garuda Indonesia M. Arief Prabowo, Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo,.

Naskah deklarasi itu juga diteken oleh para tokoh public relations dari asosiasi kehumasan, dan ratusan praktisi PR yang hadir dalam The 1st Anniversary PR Indonesia di Hotel Swissbell-Rainforrest, Bali, Kamis (24/3/2016).

Prosesi Deklarasi ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) Tipuk Satiotomo didampingi oleh Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo, President PR Society Indonesia Magdalena Wenas, President ASEAN Public Relations Network (APRN) dan Founder LSPR Prita Kemal Gani, President International Public Relations Associations (IPRA) 2010 dan Koordinator Program MM Komunikasi Universitas Trisakti Elizabeth Goenawan Ananto.

Turut mendampingi pula Pemred Majalah PR Indonesia Asmono Wikan, Wakil Ketua Umum BAKOHUMAS dan Kepala Biro KLI Kemenkeu Neneng E Fatimah, Kepala Pusat Humas Kemendag Ani Mulyati, dan Presidium Forum Humas BUMN sekaligus VP Corporate Communication PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Arif Prabowo.

Di atas panggung mereka berdiri sajajar menyampaikan pernyataan dukungan mewakili asosiasi/lembaga masing-masing. Melalui gerakan ini, mereka mengajak semua insan public relations (PR) di seluruh tanah air untuk terus bergerak, mengkontribusi penguatan reputasi organisasi, korporasi, hingga bangsa.

“Fokus kami adalah tentang penguatan kompetensi PR, yang berlanjut pada sertifikasi PR, dan pada ujungnya membangun reputasi bangsa,” tutur Pemimpin Redaksi Majalah PR INDONESIA Asmono Wikan, selaku penggagas deklarasi ini.

Eko Sulistyo mewakili Kantor Staf Presiden (KSP) mendukung gerakan ini. Bagi KSP deklarasi ini adalah awal dari gerakan PR yang berbasis masyarakat. Usai pertemuan ini para pegiat PR harus bisa membangun komunitas untuk mempiarkan daerah,  pemerintah, perusahaan, dan pada akhirnya mampu mempiarkan bangsanya.

“Harapan kami tidak sebatas deklarasi di forum ini, tapi bisa menjadi gerakan PR yang lebih membumi dan untuk memberitakan kabar baik tentang Indonesia,” katanya.

Dukungan senada disampaikan President PRSI Magdalena Wenas. “Mewakili PR Society Indonesia kami mendukung deklarasi ini. Melalui kredibilitas, komitmen, kebersamaan kami semua, dan pemikiran yang positif untuk memajukan semua yang baik dari negara kami tercinta Republik Indonesia,” ujarnya.

Di panggung yang sama Prita Kemal Gani pun mendukung deklarasi PR Indonesia. “Atas nama APRN kami mendukung deklarasi PR Indonesia untuk menghasilkan talenta-talenta PR Indonesia yang dapat membangun nama baik Indonesia, bersama membangun Indonesia, dan mempiarkan Indonesia,” katanya.

President IPRA 2010 Elizabeth Goenawan Ananto sepakat dengan deklarasi untuk lebih meningkatkan profesionalisme kehumasan di Indonesia sehingga menjadi fungsi manajemen yang manajerial dan strategis.

“Kami mendukung deklarasi ini. Semoga semua humas Indonesia lebih beretika dalam berkomunikasi,” harapnya.

Sementara Ketum APPRI Tipuk Satiotomo mengungkapkan, deklarasi ini akan membawa nilai lebih bagi bangsa Indonesia. Ia akan mengajak anggota APPRI untuk bersama-sama ambil bagian dalam membangun reputasi bangsa.

“Kami mendukung deklarasi ini dan kami yakin bersama seluruh praktisi yang ada di perusahaan PR akan memberikan nilai tambah pada deklarasi ini untuk Indonesia yang kita cintai,” katanya.

Adapun Neneng E Fatimah Wakil Ketua Umum BAKOHUMAS berharap deklarasi ini terus diserukan ke seluruh kementerian dan lembaga agar semua mempiarkan bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim seperti yang menjadi konsen Presiden Joko Widodo.

“Di Bakohumas kami harus setuju dan satu suara, bahwa negara ini brandingnya negara maritim. Karena kalau maritim lebih holistik,” kata Neneng yang maju ke atas panggung bersama Kepala Humas Kemendag Ani Mulyati.

Di penghujung barisan, VP Corporate Communication PT Telkom Arif Prabowo mewakili Forum Humas BUMN menyampaikan komtmen BUMN untuk terlibat dalam gerakan membangun reputasi bangsa.

“Kami mewakili presidium forum humas BUMN, yang beranggotakan 116 perusahaan mendukung penuh upaya besar gerakan mempiarkan Indonesia,” katanya.

Hal itu dipertegas oleh Staf Khusus Menteri BUMN Riza Primadi. Signifikansi dari deklarasi ini menurut wartawan senior ini adalah menyatukan pandangan tentang perlunya PR dalam membangun citra baik negeri.

“Selama ini banyak hal baik tertutup karena orang lebih mudah membicarakan hal yang negatif. Karena itu kita perlu sebuah movement PR yang kuat,” katanya.

Untuk mendorong agar gerakan ini semakin efektif dan massif, sepanjang berlangsungnya acara Komunitas PR INDONESIA menyiapkan tanda pagar (tagar) di media sosial #prindonesiabergerak.

Tagar ini akan terus dikampanyekan agar gerakan komunitas PR bisa mendapatkan gaung yang lebih besar dan berdampak signifikan terhadap tujuan utama penguatan reputasi bangsa.

Hingga akhir acara, ratusan tanda tangan dan dukungan dari praktisi PR terus dibubuhkan di wall of fame yang disiapkan panitia. Beragam pesan dukungan juga dituliskan dalam banner yang berisi Naskah Deklarasi Komunitas PR Indonesia untuk Reputasi Bangsa.

“Ini adalah dokumen sejarah sekaligus saksi bahwa komunitas PR Indonesia bisa bersatu dan berkontribusi nyata untuk bangsa. Gerakan ini akan terus kami gelorakan sehingga menjadi gerakan PR berbasis masyarakat,” pungkas penggagas deklarasi, Asmono Wikan.(red/ulkifli/arbun/JM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id