Pasca-tragedi Truk Maut, Perancis Perpanjang Masa Darurat | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Pasca-tragedi Truk Maut, Perancis Perpanjang Masa Darurat

Foto Pasca-tragedi Truk Maut, Perancis Perpanjang Masa Darurat

PARIS, URI.co.id – Menyusul tragedi di Nice yang menewaskan 84 orang pekan lalu, Dewan Nasional Perancis, Rabu (20/7/2016) dini hari, memutuskan untuk memperpanjang masa darurat selama enam bulan.

Pemerintah Perancis memberlakukan masa darurat sejak serangan teror di Paris pada November lalu yang menewaskan 130 orang. Dan, masa darurat ini akan berlaku hingga akhir Januari 2017.

Diperpanjangnya masa darurat ini memberi aparat keamanan kekuatan lebih besar untuk melakukan pencarian dan mengenakan status tahanan rumah terhadap seorang tersangka.

Pada Kamis pekan lalu, Presiden Francois Hollande sebenarnya berencana untuk mencabut status darurat ini, tetapi tragedi Nice membuat rencana tersebut berubah hanya dalam hitungan jam.

Pemerintahan sosialis pimpinan Hollande dikritik karena dianggap lamban dalam merespon ancaman serangan kelompok-kelompok ekstremis seperti ini.

Menjelang pemilihan umum tahun depan, persatuan politik yang tercipta pasca-serangan ke majalah Charlie Hebdo nampaknya mulai memudar.

Pemimpin Partai Republik dan juga mantan presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyerukan agar siapa saja yang terindikasi telah teradikalisasi harus dipaksa mengenakan semacam gelang elektronik, diberi status tahanan rumah atau ditahan di tahanan khusus.

Di satu sisi, perpanjangan masa darurat selama enam bulan tidak cukup, tetapi sekelompok orang mengkritik langkah ini mengganggu kebebasan warga sipil.

"Kita tak bisa mengurung orang hanya dengan dasar kecurigaan," ujar menteri urusan hubungan parlementer, Jean-Marie Le Guen.

 

(uri/srar/tah/II)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id