Saipul Jamil Tidak Tahu Kakaknya Melakukan Tindakan Suap | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Saipul Jamil Tidak Tahu Kakaknya Melakukan Tindakan Suap

Saipul Jamil Tidak Tahu Kakaknya Melakukan Tindakan Suap
Foto Saipul Jamil Tidak Tahu Kakaknya Melakukan Tindakan Suap

JAKARTA – Kuasa hukum Saipul Jamil, Tito Hananta menjelaskan jika kliennya memberikan kepercayaan kepada kakak kandung sekaligus managernya, Samsul Hidayatullah untuk mengelola keuangannya. Saipul Jamil pun memberikan kuasa kepada Samsul untuk menarik sejumlah uang hasil penjualan rumah.

Namun, Tito menegaskan jika kliennya tidak mengetahui tujuan dan penggunaan uang tersebut. Saipul hanya mengetahui, uang tersebut untuk operasional sehari-hari.

"Tetapi bang Ipul tidak tahu penggunaannya untuk apa. Yang jelas memang bang Ipul memberikan kuasa ke Samsul untuk menarik uang," ujar Tito Hananta, saat dijumpai di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 18 Juni 2016, malam.

Hingga saat ini mantan suami Dewi Perssik itu tidak mengetahui bagaimana uangnya bisa sampai di tangan tim kuasa hukumnya, Bertha. Sementara itu, Samsul saat itu hanya memenuhi keinginan Bertha.

"Tapi bang Ipul tidak tahu gimana ceritanya uang itu bisa sampai ke ibu Bertha sampai ke panitera R. Karena saya juga pengacara Samsul, Samsul menyatakan bahwa ia hanya memenuhi permintaan Ibu Bertha saja," imbuhnya.

Saat mendengarkan keterangan Samsul dan Saipul Jamil, kuasa hukum mereka mencurigai jika ini bukan kasus suap, melainkan indikasi penipuan.

"Bahkan sempat ibu Bertha bilang jangan diberikan. Tetapi beberapa jam kemudian, dia bilang, kasihkan saja dik. Nah ini ada apa?" Imbuhnya lagi.

Tito pun berharap penyidik KPK bisa menuntaskan kasus ini secara transparan dan objektif.

"Apakah penyuapan atau penipuan. Kami minta penyidik objektif," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kakak kandung sekaligus manager Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 15 Juni 2016 lalu. KPK menyita uang sebesar RP250 juta yang diduga akan digunakan untuk melakukan suap. (edh)

(uri/ndira/ezkisari/IR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id