Politisi Australia Dipenjara karena Korupsi Uang Partai Rp 15 Miliar | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Politisi Australia Dipenjara karena Korupsi Uang Partai Rp 15 Miliar

Politisi Australia Dipenjara karena Korupsi Uang Partai Rp 15 Miliar
Foto Politisi Australia Dipenjara karena Korupsi Uang Partai Rp 15 Miliar

Mantan Direktur Partai Liberal di negara bagian Victoria, Australia, Damien Mantach dijatuhi hukuman penjara lima tahun setelah dia mencuri lebih dari $ 1,5 juta (sekitar Rp 15 miliar) uang dari partainya sendiri.

Mantach menyatakan bersalah atas 15 tuduhan mendapatkan keuntungan finansial dengan melakukan penipuan guna mencuri uang dari dana partai, menggunakan kuitansi palsu dari bulan Juni 2010 sampai setelah pemilu di tahun 2014.

Hakim mengatakan walau Mantach mengaku kesalahan seluruhnya, dan dipermalukan setelah tertangkap basah, namun hukuman penjara tetap harus dijatuhkan.

Mantach mendapatkan dukungan dari orang tua dan seorang temannya, dan ketika hakim menjatuhkan hukuman, seseorang berteriak dari belakang “bloody hell”.

Menurut data di pengadilan, disebutkan Mantach melakukan korupsi dengan memperbesar kuitansi untuk membeli barang cetak, dan bahan lainnya dari pemasok resmi partai tersebut Melbourne Mailing.

Dia membuat 53 kuitansi palsu selama empat tahun, termasuk untuk mendapatkan dana dari kedua perusahaannya sendiri, Campaign Mail Logistics and Parkstreet Online Solutions, untuk kegiatan penelitian, dukungan logistik, dan pengiriman barang yang tidak pernah dilakukan.

Namun dia mengatakan kepada polisi bahwa dia sudah memperkirakan akan ketahuan dan tidak ada pengawasan atau pemeriksaan kuitansi di dalam partainya.

Menurut keterangan di pengadilan, tindak korupsi yang dilakukan Mantach dilakukan untuk membayar utang dan menyelamatkan perkawinannya.

Lebih dari $ 506 ribu digunakan untuk membeli saham, $81,859 digunakan untuk membeli mobil mewah, $45,000 untuk membayar cicilan kredit rumah, dan $535,085 diinvestasikan untuk membuat cafe bagi istrinya di Ocean Grove.

Menurut kesaksian, istrinya tidak tahu adanya tindak penipuan ini dan pernikahan mereka yang memang sudah bermasalah berakhir setelah Mantach ketahuan.

Mantach kepada psikolognya, mengatakan bahwa utangnya yang besar membuat dia merasa ‘tidak mampu” dan tertekan. Namun dia terus mencuri uang dari kas partainya, walaupun utangnya sudah lunas.

Di persidangan, Mantach mengatakan, “Bagi saya ini bukanlah masalah ketamakan, bukan untuk dibuat belanja barang-barang mahal. Saya mengambil uang pada dasarnya untuk membebaskan dari tekanan dalam kehidupan pribadi.”

Hanya sepertiga dari uang yang dicuri berhasil didapat kembali.

Mantach pertama kalinya diwawancarai dalam sebuah audit yang dilakukan Partai Liberal bulan Agustus tahun lalu dimana dia mengakui semua kesalahan yang dilakukan.

Mantach pindah ke Victoria di tahun 2008 setelah menjabat sebagai direktur Partai Liberal di negara bagian Tasmania dari tahun 2005.

Dia sudah menjalani hukuman penjara delapan bulan dan akan bisa mendapatkan pembebasan bersyarat dalam waktu dua tahun.

Bila tidak mengaku bersalah, Mantach bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal 20 tahun atas apa yang dilakukannya.

Ditejermahkan pukul 16:10 AEST 19/7/2016 oleh Sastra Wijaya. Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini

(uri/ulkifli/arbun/JM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id