Di Melbourne, Dubes Australia Promosikan Beberapa Kota Indonesia | Uri.co.id

Uri.co.id

Di Melbourne, Dubes Australia Promosikan Beberapa Kota Indonesia

Foto Di Melbourne, Dubes Australia Promosikan Beberapa Kota Indonesia

MELBOURNE, URI.co.id – Duta Besar Australia untuk RI Paul Grigson mempromosikan Kota Makassar, Surabaya, Medan, dan beberapa kota lainnya di depan kalangan bisnis di Melbourne, Senin (18/7/2016) siang.

Grigson menyatakan ada dua hal yang harus diperhatikan kalangan bisnis Australia yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Pertama, faktor regional. Menurut Dubes Paul Grigson, sejumlah kota di Indonesia menunjukkan kinerja menggembirakan misalnya Kota Makassar yang menjadi gerbang ke kawasan timur Indonesia.

Indikator makronya adalah tingkat pertumbuhan ekonomi terbilang tinggi, yaitu di atas 7 persen atau jauh di atas rata-rata nasional.

"Selain itu juga di lingkungan pendidikan tinggi, misalnya tenaga akademik di berbagai perguruan tinggi banyak yang alumni Australia," katanya.

Kemudian Surabaya, kata Dubes Grigson, juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dengan infrastruktur yang memadai.

Selain itu, kota ini juga memiliki pusat pendidikan teknologi terkemuka di Indonesia yaitu ITS.

"Daerah-daerah di Indonesia sangat prospektif," kata Dubes Grigson.

Dia berbicara dalam seminar yang diselenggarakan AsiaLink Business pada Melbourne University bekerja sama dengan Corr Chambers Westgarth Lawyers serta Australia Indonesia Business Council.

Grigson mengemukakan, sejumlah negara bagian di Australia sejauh ini memang telah memiliki kerjasama erat dengan berbagai daerah di Indonesia, seperti yang dilakukan Australia Selatan dengan Jawa Barat, Australia Barat dengan Jawa Timur, serta Queensland dengan Jawa Tengah.

Faktor kedua yang harus diperhatikan kalangan bisnis Australia adalah fokus pada sektor tertentu yaitu di sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, serta desain.

Untuk sektor pendidikan, Dubes Grigson mengungkapkan, dari sekitar 40.000 mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri, sekitar 17.000 di antaranya memilih Australia.

Hal ini sekaligus menjadikan Australia sebagai negara tujuan terbesar bagi para mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu ke luar negeri, jauh di atas Amerika Serikat dan Eropa.

Pasar pendidikan bagi berbagai perguruan tinggi Australia masih terbuka lebar, dan persentase mahasiswa privat jauh lebih besar dibandingkan dengan mahasiswa penerima beasiswa di pemerintah Australia.

"Tidak benar bahwa mahasiswa Indonesia tidak menjadikan Australia sebagai pilihan pertama mereka dalam mencari perguruan tinggi di luar negeri," Dubes Grigson menegaskan.

(uri/ndah/ulandari/IW)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id