Sebut Menyesal Diwawancarai Reporter Muslim, Suu Kyi Dipetisi Cabut Nobel Perdamaian | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Sebut Menyesal Diwawancarai Reporter Muslim, Suu Kyi Dipetisi Cabut Nobel Perdamaian

Foto Sebut Menyesal Diwawancarai Reporter Muslim, Suu Kyi Dipetisi Cabut Nobel Perdamaian

Uri.co.id (Sebut Menyesal Diwawancarai Reporter Muslim, Suu Kyi Dipetisi Cabut Nobel Perdamaian) , JAKARTA – Pemimpin partai pemenang pemilu National League Democracy (NLP) Myanmar, Aung San Suu Kyi dikecam karena pernyataannya yang dinilai tak pantas bagi kaum muslim.

Suu Kyi mengungkapkan kekecewaannya seperti dikutip dari buku Biografi berjudul “The Lady and The Generals – Aung San Suu Kyi and Burma’s Strunggle for Freedom” yang ditulis oleh Peter Popham, jurnalis The Independent, bahwa Suu Kyi sempat diwawancara oleh reporter muslim BBC.

“Tak ada yang memberi tahu bahwa saya akan diwawancarai oleh seorang muslim,” kata Suu Kyi.

Pernyataan itu seperti dikutip Change.org disampaikan Aung San Suu Kyi usai diwawancara presenter acara BBC Today, Mishal Husain pada tahun 2013.

Kekesalan Suu Kyi disebabkan pertanyaan yang diajukan Husain mengenai penderitaan yang dialami oleh umat muslim di Myanmar.

Atas dasar itu sejumlah aktivis demokrasi Indonesia mengeluarkan petisi melalui laman Change.org untuk mencabut Nobel Perdamaian yang Suu Kyi terima pada 2016.

Petisi ini selain ditujukan kepada The Norwegian Nobel Comitee 2016, juga ditujukan kepada Chair of the Nobel Committee Kaci Kullman Five, Deputy Chair of the Nobel Committee Berit Reiss-Andersen, Member of the Nobel Committee Inger-Marie Ytterhorn, Member of the Nobel Committee Henrik Syse, Member of the Nobel Committee Thorbjørn Jagland, Member of the Nobel Committee Olav Njølstad.

Sebagai sosok yang dikenal sebagai pejuang demokrasi, Suu Kyi dinilai menciderai perjuangannya dan merusak namanya sebagai tokoh demokrasi yang selama ini dikagumi.

“Pernyataan Suu Kyi mempermasalahkan seorang jurnalis Muslim pada akhirnya membuat banyak orang kecewa dan marah,” seperti ditulis dalam pengantar petisi Change.org.

Pernyataan Suu Kyi ini juga menimbulkan pertanyaan jika selama ini Suu Kyi tidak pernah mengeluarkan pernyataan pun terkait kekerasan yang dialami penduduk muslim Rohingya.

Hingga berita ini diturunkan sudah adal 27 ribu lebih orang yang menandatangani petisi bertajuk Cabut Nobel Perdamaian Aang San Suu Kyi ini.

(sta/)

(red/gung/asongko/AS)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id