Heboh, Dua Napi Bawa Ponsel dan Update Status di Rutan | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Heboh, Dua Napi Bawa Ponsel dan Update Status di Rutan

  • Reporter:
  • Senin, Maret 28, 2016
Foto Heboh, Dua Napi Bawa Ponsel dan Update Status di Rutan

Uri.co.id (Heboh, Dua Napi Bawa Ponsel dan Update Status di Rutan) , PALEMBANG – Dua Narapidana (Napi) membawa ponsel dan update status Facebook di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Palembang. Status dua napi itu membuat heboh lantaran ketahuan memiliki ponsel di dalam rutan.

Dua napi itu yakni Muhammad Ridwan yang terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan Romi alias Norbek yang terjerat kasus pengeroyokan.

Akun Facebook bernama Muhammad Ridwan membuat status bertuliskan “menghitung hari kawan kawaaaaaaaaannnnn aseliloleeeeeeee”. Tulisan itu diposting, Kamis (24/3), sekitar pukul 20.34 WIB.

Lain lagi dengan Romi Nobek dengan akun Facebook, Romy Norbec. Selain sudah beberapa kali bikin status, foto-foto suasana rutan pun sempat di posting di akun tersebut.

Namun, saat ini dua akun tersebut telah ditutup sehingga tidak bisa dibuka, usai dilakukan penggeledahan didalam sel tahanan para napi di rutan Pakjo Palembang, Senin (28/3).

Wawan Irawan Kepala Keamanan Rutan Pakjo Palembang, ketika dikonfirmasi membenarkan jika napi tersebut kini masih dalam masa tahanan. Menurutnya, usai mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan razia di blok F. Puluhan telepon genggam didapatkan disana dan langsung disita petugas.

“Romi adalah Tahanan Pendamping (Tamping) yang bekerja di registrasi. Kalau Ridwan Tamping yang bekerja di Masjid rutan. Kedua handphonenya sudah kita sita dan dihancurkan,” kata Wawan seperti diberitakan RMOLSumsel.com.

Akibat kedapatan membawa HP, para napi langsung menjalani hukuman dimasukkan ke dalam sel khusus. “Sekarang dimasukkan ke dalam sel karantina. Terhadap seluruh napi yang kedapatan bawa handphone,” ujarnya.

Menurut Wawan, seluruh blok rutan sendiri, telah beberapa kali dilakukan razia rutin untuk penertiban barang yang dilarang dibawa ke dalam sel, baik itu senjata tajam, maupun handphone.

“Satu pekan sekali dilakukan. Tapi tetap saja masih ada yang lolos. Keluarga yang besuk menyelipkan barang yang tak boleh dibawa. Memang sangat susah untuk menertibkan hal ini. Tapi kedepan akan kami lebih perketat lagi ” tandas Kepala keamanan rutan Pakjo ini.(red/lham/I)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id