290 PSK Kepung Pantura, Fotonya Bikin Pria Dewasa Berpikir 100 Kali | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

290 PSK Kepung Pantura, Fotonya Bikin Pria Dewasa Berpikir 100 Kali

Foto 290 PSK Kepung Pantura, Fotonya Bikin Pria Dewasa Berpikir 100 Kali

Uri.co.id (290 PSK Kepung Pantura, Fotonya Bikin Pria Dewasa Berpikir 100 Kali) , SLAWI – Sedikitnya 290 PSK bertebaran di Pantura (Pantai Utara) Kabupaten Tegal. Angka itu cukup mengejutkan. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Tegal sudah menutup lokalisasi di Dukuh Karanggondang Desa Kesuben Kecamatan Lebaksiu.

290 PSK di Pantura tersebar di beberapa titik lokasi. Di Gang Sempit sebanyak 50 orang, Peleman 160 PSK, Wandan 60 orang, dan lokasi lainnya 20 orang.

Beberapa dari PSK itu ternyata sudah berusia lanjut. Ada yang usianya di atas 50 tahun. Tampangnya seperti nenek-nenek. Pakaiannya pun sangat kumuh.

Jika pria dewasa yang selama ini memburu jasa PSK di Pantura melihat fotonya, mungkin mereka akan berpikir 100 kali untuk kembali menikmati layan PSK Pantura.

“Total sementara (PSK) baru 290 orang yang terdata,” ujar Kepala Dinsosnakertrans, Eko Jati Suntoro, seperti dikutip dari Radar Tegal, Sabtu (26/3/2016).

Eko Jati menambahkan, saat ini verifikasi untuk memastikan jumlah terbaru masih berjalan. Ini dilakukan sebagai bukti keseriusan Pemkab Tegal mendukung program Kementerian Sosial (Kemensos) yang menjadikan Indonesia bebas lokasi prostitusi di tahun 2019 mendatang.

Eko Jati tak memungkiri, dari hasil penerjunan tim juga didapati informasi warga sekitar, terkait munculnya titik- titik baru lokasi prostitusi.

“Seperti di Dampyak, Kramat, ada sekitar 20 PSK yang mangkal. Kami akan segera menggelar rakor bersama instansi terkait untuk menyikapi laporan tersebut,” tuturnya.

Terkait target Bupati Enthus Susmono, yang ingin 2017 Kabupaten Tegal bebas lokasi prostitusi, Eko Jati mengaku, kini tengah mematangkan konsepnya.

Di tahun ini juga, kawasan Gang Sempit diupayakan bisa ditutup, sejalan dengan akan digunakanya aset tersebut oleh pemilik dalam hal ini bank swasta.

“Bank tersebut akan memanfaatkan lahan itu dan berupaya menyediakan pendanaan untuk penutupan lokalisasi Gang Sempit,” tambah Eko.

Bank, katanya, akan mengusulkan dari dana CSR-nya untuk biaya penutupan dan pemberian pelatihan serta modal bagi PSK sebelum meninggalkan lokasi tersebut.

Selain mendapatkan jaminan hidup, 50 PSK juga akan diupayakan mendapatkan bantuan modal dari Kemensos dengan rincian jaminan hidup Rp1,8 juta untuk tiga bulan dan bantuan modal sebesar Rp3 juta, ditambah biaya pemulangan ke tempat asal masing-masing Rp300.000 per orangnya.(red/irin/iechtiana/RL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id