Bayaran Kurang, Pelanggan Cewek Panggilan Berdarah-darah Dihajar Mucikari | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Bayaran Kurang, Pelanggan Cewek Panggilan Berdarah-darah Dihajar Mucikari

Foto Bayaran Kurang, Pelanggan Cewek Panggilan Berdarah-darah Dihajar Mucikari

Uri.co.id (Bayaran Kurang, Pelanggan Cewek Panggilan Berdarah-darah Dihajar Mucikari) , SAMARINDA – Gara-gara bayarannya kurang, pelanggan cewek panggilan di Samarinda berinisial TP, berdarah-darah dihajar mucikari berinisial AL. Jidatnya robek, wajahnya lebam-lebam dan kepalanya bocor.

Penganiayaan TP berawal ketika ia memesan cewek panggilan Samarinda yang baru berusia 19 tahun. Setelah menikmati kemolekan tubuh cewek panggilan tersebut, TP membayar si cewek panggilan. Namun, bayaran yang diberikan TP ternyata kurang.

Cewek panggilan Samarinda akhirnya melapor kepada mucikarinya. Sang mucikari pun bertindak. Dia bersama beberapa pria menghajar  TP hingga babak belur.

Tak terima dengan penganiayaan itu, TP melaporkan pristiwa yang dialaminya ke Polsekta Samarinda Ulu. Kepada polisi, TP mengaku sempat disekap di dalam mobil yang dibawa AL dan teman-temannya.

TP mengaku bisa lolos dari tangan AL dan teman-temannya setelah diselamatkan anggota polisi saat dia dibawa mencari uang kekurangan untuk membayar cewek panggilan Samarinda, di kawasan M Yamin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/3) siang lalu. TP yang sempat dibawa berputar-putar Samarinda, nekat melompat dari mobil yang ditumpangi AL. Pria tambun itu beruntung, tak jauh darinya ada dua orang polisi berpakaian preman.

Melihat TP melompat kemudian berlari dalam kondisi berdarah-darah dan dikejar beberapa pemuda, polisi jadi curiga. Polisi pun mendekat dan TP memberitahukan kejadian yang dialaminya. Ketika itu polisi langsung menodongkan pistol ke arah AL, agar dia tak lari. Sementara teman-temannya yang lain lari berhamburan.

AL akhirnya dibawa ke kantor polisi dan mengakui jika dia menghajar TP hingga berdarah-darah. AL juga mengakui beberapa temannya ikut memukul TP.

“Sekali pukul saja, pelipisnya (Tp, Red) robek dan mengeluarkan banyak darah,” ujar AL kepada penyidik yang memeriksanya.

Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Yogie Hardiman, melalui Kanit Reskrim Ipda Teguh Wibowo mengatakan, sesuai keterangan korban (TP, Red), memang selain tersangka (AL, Red) temannya juga ada yang ikut menghajar korban.

“Lebam di wajah korban itu dipukul teman-teman tersangka,” ujar Teguh, seperti dilansir Samarinda Post, Sabtu (26/3/2016).

Nama AL sudah malang melintang dalam bisnis lendir kenikmatan di Samarinda. Bahkan AL juga sudah terkenal ke kota lain, seperti Bontang, Tenggarong hingga Balikpapan. AL juga diketahui memiliki banyak koleksi cewek panggilan yang masih di bawah umur.

“Bukan hanya di Samarinda, anak buah (cewek panggilan, Red) yang ikut saya juga ada di kota lain,” kata AL saat berbincang dengan penyidik Polsekta Samarinda Ulu.(red/srar/tah/II)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id