Menang di Mahkamah Arbitrase, Warga Filipina Serukan “Chexit” | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Menang di Mahkamah Arbitrase, Warga Filipina Serukan “Chexit”

Foto Menang di Mahkamah Arbitrase, Warga Filipina Serukan “Chexit”

Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda menetapkan, China tidak mempunyai bukti sejarah terkait kekuasaan atas perairan Laut Cina Selatan, yang diperebutkan kedua negara.

Di Filipina, keputusan ini seruan para pengguna media sosial dan aktivis agar China segera angkat kaki dari perairan di seputar Filipina.

Mereka menggunakan istilah Chexit yang meminjam singkatan Brexit (Britain Exit) dalam referendum Uni Eropa yang berakhir dengan keluarnya Inggris dari organisasi itu pada Juni lalu.

Namun, pemerintah China menyebut keputusan mahkamah arbitrase tersebut "tidak memiliki landasan" dan tidak akan mematuhinya.

Kementerian luar negeri China mengatakan negara itu yang pertama kali menemukan dan mengeksploitasi pulau-pulau di Laut China Selatan, "sehingga memiliki kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan".

Saatnya Chexit

Namun para aktivis dan pengguna media sosial sejak Senin (11/7/2016) mulai mendesak China untuk angkat kaki.  Seruan lewat tagar #Chexit, yang sudah disinggung 35.000 kali melalui hingga Selasa (12/7/2016).

"Kami meminta rekan-rekan dari negara lain, khususnya di Asia Tenggara untuk menyerukan Chexit," kata seorang aktivis yang memimpin protes di konsulat China di Manila, satu hari menjelang keputusan mahkamah.

Di Twitter, seorang pengguna @emiletabiar menulis, "China keluar dari wilayah Filipina, #Chexit,"

Sementara melalui Facebook Anafe Anunciacion Guevarra menulis, "Akhirnya! China harus mematuhi keputusan Mahkamah Arbitrase!…Saatnya Chexit!"

Namun di China, melalui situs mikroblog Weibo, seorang pengguna menulis, "Kawasan itu adalah milik kami sebelumnya, sekarang dan yang akan datang."

Pengguna Weibo lainnya menulis,"Mereka yang mencaplok wilayah China kami akan mati seberapapun jauh wilayah itu."

Mahkamah Arbitrase tidak memiliki kewenangan untuk memaksa China menerapkan keputusan itu.

Namun, kemenangan Filipina ini dapat memengaruhi pihak lain yang juga mengklaim sebagian perairan Laut China Selatan, seperti Taiwan, Vietnam, Malaysia dan Brunei untuk melakukan langkah yang sama.

Bulan lalu, Indonesia mengajukan protes kepada China menyusul penangkapan kapal ikan negeri itu yang beroperasi di perairan Kepulauan Natuna.

 

 

  (uri/inda/estiana/utri/WDP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id