Sebelum Sidang Dimulai Terdakwa Pencabulan ke Toilet, Pas Ditemukan Sudah Kejang-kejang | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Sebelum Sidang Dimulai Terdakwa Pencabulan ke Toilet, Pas Ditemukan Sudah Kejang-kejang

  • Reporter:
  • Kamis, Maret 24, 2016
Foto Sebelum Sidang Dimulai Terdakwa Pencabulan ke Toilet, Pas Ditemukan Sudah Kejang-kejang

Uri.co.id (Sebelum Sidang Dimulai Terdakwa Pencabulan ke Toilet, Pas Ditemukan Sudah Kejang-kejang) , PURWAKARTA – Ketakutan Sulaeman Nurdin (50) memuncak jelang sidang perdana di PN Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (23/3). Terdakwa kasus pencabulan itu berusaha mengakhiri hidupnya sendiri sebelum sidang dimulai dengan meminum cairan pembersih lantai.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Purwakarta Agus menjelaskan, terdakwa sempat meminta ijin ke toilet sebelum sidang digelar. “Curiga lama tak keluar toilet, pintu didobrak. Korban ditemukan kejang-kejang dilantai toilet,” ujarnya.

Suasana di PN Purwakarta pun akhirnya riuh. Sejumlah petugas kepolisian dan jaksa cepat melarikan terdakwa ke ruang IGD RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Setelah Suleman diberi pertolongan baru lah terungkap bahwa sang terdakwa berusaha melakukan bunuh diri. Petugas menemukan secarik kertas yang ditulis terdakwa berisi wasiat kepada istrinya.

“Mamah yang tersayang…hampura bapa atas segala kesalahan. Bapa kapaksa ngalakukeun jalan pintas. Amanat bapa panguruskeun jasad bapa jeung titip anak anak,” demikian surat wasiat terdakwa.

Di alinea kedua terdakwa merasa tertekan karena membuat keluarga malu dengan perbuatannya. Karena itu, Suleman memilih mati. “Bapa teu sanggup menghadapi sidang nu jadi masalah keluarga sorangan. Lebih baik bapa paeh,” tulis terdakwa. Karena peristiwa ini, persidangan pun akhirnya batal digelar.
Sebelum Sidang Dimulai Terdakwa ke Toilet, Ditemukan Sudah Kejang-kejang

PURWAKARTA – Ketakutan Sulaeman Nurdin (50) memuncak jelang sidang perdana di PN Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (23/3). Terdakwa kasus pencabulan itu berusaha mengakhiri hidupnya sendiri sebelum sidang dimulai dengan meminum cairan pembersih lantai.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Purwakarta Agus menjelaskan, terdakwa sempat meminta ijin ke toilet sebelum sidang digelar. “Curiga lama tak keluar toilet, pintu didobrak. Korban ditemukan kejang-kejang dilantai toilet,” ujarnya.

Suasana di PN Purwakarta pun akhirnya riuh. Sejumlah petugas kepolisian dan jaksa cepat melarikan terdakwa ke ruang IGD RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Setelah Suleman diberi pertolongan baru lah terungkap bahwa sang terdakwa berusaha melakukan bunuh diri. Petugas menemukan secarik kertas yang ditulis terdakwa berisi wasiat kepada istrinya.

“Mamah yang tersayang…hampura bapa atas segala kesalahan. Bapa kapaksa ngalakukeun jalan pintas. Amanat bapa panguruskeun jasad bapa jeung titip anak anak,” demikian surat wasiat terdakwa.

Di alinea kedua terdakwa merasa tertekan karena membuat keluarga malu dengan perbuatannya. Karena itu, Suleman memilih mati. “Bapa teu sanggup menghadapi sidang nu jadi masalah keluarga sorangan. Lebih baik bapa paeh,” tulis terdakwa. Karena peristiwa ini, persidangan pun akhirnya batal digelar.(red/Akbar/M)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id