Jatuhkan Sanksi untuk Kim Jong Un, Korut Anggap AS Nyatakan Perang | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Jatuhkan Sanksi untuk Kim Jong Un, Korut Anggap AS Nyatakan Perang

Foto Jatuhkan Sanksi untuk Kim Jong Un, Korut Anggap AS Nyatakan Perang

PYONGYANG, KOMPAS.com – Pemerintah Korea Utara menyebut langkah AS memasukkan Kim Jong Un ke dalam daftar hitam pelanggar HAM sebagai sebuah deklarasi perang dan bertekad untuk membalas.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan, sanksi AS yang diumumkan pada Rabu (6/7/2016) itu menunjukkan sebuah "sikap yang sangat jahat" dan merupakan "sebuah kejahatan".

"Amerika Serikat telah berani menentang pemimpin tertinggi kami, melakukan aksi kejahatan yang lebih kejam dibanding isu hak asasi manusia. Ini adalah sebuah deklarasi perang," demikian pernyataan pemerintah Pyongyang.

Kantor berita Korea Utara KCNA mengabarkan, pemerintah negeri itu merencanakan untuk mengambil langkah paling keras untuk membalas perlakuan AS ini. Namun, KCNA tidak merinci jenis langkah keras yang direncanakan itu.

Pada Kamis (7/7/2016), Korea Utara mendesak Washington untuk mencabut sanksi terhadap Kim Jong Un dan 10 pejabat tinggi negeri tersebut.

Jika desakan itu tidak dipenuhi, maka Korea Utara akan memutus semua saluran diplomasi yang selama ini sudah tersedia.

Untuk pertama kalinya AS memasukkan nama pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ke dalam daftar hitamnya. Ini berarti akan memengaruhi semua properti dan aset milik Kim Jong Un yang berada di wilayah hukum AS.

Selain Kim Jong Un, AS juga memasukkan nama 10 pejabat tinggi Korea Utara ke dalam daftar hitam para pelanggar HAM. Selain itu, nama lima kementerian dan departemen juga masuk ke dalam daftar sanksi AS.

(uri/inda/estiana/utri/WDP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id