Pemuda Kanada Ditahan Terkait Penyanderaan di Kafe Bangladesh | Uri.co.id

Uri.co.id

Menu

Pemuda Kanada Ditahan Terkait Penyanderaan di Kafe Bangladesh

  • Reporter:
  • Kamis, Juli 7, 2016
Foto Pemuda Kanada Ditahan Terkait Penyanderaan di Kafe Bangladesh

DHAKA – Sudah lima hari Kepolisian Dhaka menahan seorang mahasiswa dari Kanada terkait href=”http://news.okezone.com/read/2016/07/02/18/1431357/drama-penyanderaan-di-kafe-bangladesh-berakhir-6-pelaku-ditembak-mati”. Padahal, mahasiswa bernama Tahmid Hasib Khan (22) itu termasuk korban penyanderaan yang selamat.

Keluarga pun bertanya-tanya perihal penangkapannya. Sebab sampai sekarang, otoritas setempat tidak kunjung memberikan penjelasan hukum terkait hal tersebut. Karena itu, mereka menuntut polisi segera membebaskan Khan.

“Kami berharap dan mendoakan yang terbaik. Sangat berat rasanya bagi kami secara emosi. Kami sangat khawatir, tetapi juga ingin percaya proses itu akan dilewatinya dengan baik,” ujar saudara laki-lakinya, Talha Rahim Khan, seperti dilansir href=”https://asiancorrespondent.com/2016/07/dhaka-attack-family-canadian-release/”, Jumat (8/7/2016).

Khan tercatat sebagai permanen resident di Kanada. Kedatangannya ke Dhaka saat kejadian semata untuk mengunjungi keluarganya dan dia ada di kafe itu pun dalam rangka menemui teman-temannya.

Sampai 10 jam lebih pemuda itu bersama puluhan pengunjung dan staf kafe menjadi sandera pada 1 Juli 2016 oleh para teroris yang mengaku berafiliasi dengan ISIS. Setelah sempat beradu tembak, Khan dan belasan sandera lainnya bebas. Meninggalkan 28 orang tewas, termasuk enam anggota militan dan dua orang petugas kepolisian.

“Dia bisa saja meninggal di tangan para teroris, dia bisa saja ditembak, entah oleh teroris atau jadi sasaran peluru nyasar polisi. Tetapi dia selamat, (anehnya) dia ditahan,” tulis pihak keluarga di laman href=”https://www.facebook.com/FreeTahmid/posts/505112326348458:0″.

Selain Khan, polisi juga menahan lima sandera lain untuk dimintai keterangan. Tiga di antaranya sudah dibebaskan, tetapi Khan masih ditahan.

“Kami minta polisi untuk menangani kasus ini tanpa bias dan segera memulangkannya. Satu-satunya hal yang bisa menghentikan tangisan ibunya adalah kembalinya dia ke rumah dengan selamat. Bagaimana mungkin kami membiarkan ibu terus menyalahkan diri seperti ini?” tukas Talha. (Sil) (uri/lham/I)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Uri.co.id