Usai Salat Idul Fitri di Balai Kota, Anies Baswedan Bagikan THR ke Anak Kecil

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, melaksanakan salat Idul Fitri di halaman Balai Kota Jakarta bersama keluarganya. Anies tiba di lokasi pukul 06.40 WIB.

Dia mengenakan baju koko putih dengan sarung cokelat dan peci hitam. Saat melaksanakan salat, Anies berada di saf paling depan.

Tak lupa, dia menyampaikan permohonan maafnya mewakili Pemprov DKI kepada warga Jakarta.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Jakarta khususnya, selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H, minal aidzin walfaidzin. Kami atas nama Pemprov DKI mengucapkan permohonan maaf apabila ada kesalahan kekhilafan selama ini,” tutur di halaman Balai Kota Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Setelah itu, dia menyalami para peserta salat Id yang berbaris dalam halalbihalal bertema Menguatkan Semangat Perkhidmatan dan Kepedulian Sosial.

Anies kemudian memberikan uang THR sebesar Rp 50.000 kepada anak-anak yang bersalaman dengannya. Wajah semringah mereka pun mewarnai balai kota pagi ini.

Menurut dia, salam tempel ini merupakan kebiasaan yang diturunkan oleh ayahnya. Sejak kecil, lanjut dia, ayahnya sudah memiliki tradisi membagikan uang lebaran ke anak-anak.

Oleh karena itu, dia selalu menyiapkan uang baru untuk dibagikan kepada anak-anak yang bersalaman dengannya.

“Ini lagi-lagi tradisi. Kalau kita jaga tradisi ini insyaallah nantinya anak-anak kita lakukan yang sama,” tutur .

“Jadi kalau jalan papasan sama anak pas Lebaran biasa bagi uang Lebaran. Jumlah bervariasi, yang penting bukan pada jumlahnya yang penting barunya. Uangnya belum pernah ketekuk,” lanjut dia.

Makna Tema Halalbihalal

Gubernur Anies Baswedan salat Idul Fitri di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/6/2019). (Uri.co.id/Ratu Annisaa Suryasumirat)

Anies menyampaikan, dia memilih tema halalbihalal Menguatkan Semangat Perkhidmatan dan Kepedulian Sosial karena menilai masih ada kesenjangan sosial di Ibu Kota.

Jakarta, kata dia, merupakan magnet ekonomi Indonesia. Lebih dari 18 persen GDP nasional berada di Jakarta.

“Tapi di sisi lain, di sini pula tempat kesenjangan itu amat lebar, kesenjangan antara yang kaya dan miskin, antara yang bekerja dan tidak bekerja, dan antara terdidik dan tidak terdidik. Karena itu, penting bagi kita semua untuk menyadari di balik kemajuan perekonomian ada tanggung jawab sosial kita yang besar,” jelas Anies.

“Dan saya mengajak semua warga Jakarta, khususnya yang sudah merasakan kesejahteraan, mari kita syukuri, mari kita berbagi kepada yang lain,” dia mengakhiri.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!