Ini Penampakan Petasan Karbit yang Hancurkan Musala di Blitar

oleh

Blitar – Ledakan petasan berbahan campuran gas karbit dan oksigen yang merusak bangunan bekas pemondokan dan musala di Blitar membuat kaget warga, lantaran suaranya cukup keras. Lantas seperti apa bentuk petasan jenis baru itu?

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha mengatakan mercon tersebut dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat. Di antaranya kantong plastik yang biasa digunakan untuk mengangkut bibit ikan, oksigen, serta gas karbit.

“Kedua jenis gas tersebut selanjutnya dicampur menjadi satu dan dikemas dalam kantong-kantong plastik yang telah disiapkan. Rencananya petasan tersebut akan diledakkan pada saat lebaran,” kata Anisullah.

Sementara itu Kepala Dusun Jombor, Slamet Mutamim, mengatakan kegiatan pembuatan petasan gas itu biasanya dilakukan oleh santri musala setempat dan diledakkan usai salat Idul Fitri. “Kalau dibilang tradisi bisa iya bisa tidak, karena belum tentu setiap lebaran bikin seperti ini, biasanya dibuat ketika santri itu tidak banyak kegiatan,” kata Slamet.

Peledakan sendiri biasanya dilakukan di jalan kampung dan jauh dari bangunan. Proses penyulutan petasan menggunakan tongkat atau bambu panjang. Warga setempat membuat mercon gas lantaran lebih mudah dan sederhana proses pembuatannya, namun suara yang dihasilkan cukup keras.

“Saya tadi juga kaget kok suaranya sangat keras dan tidak seperti biasanya,” imbuhnya. Sebelumnya, ledakan keras terjadi pada Selasa sore di Musala Tarbiyatul Mubtadiien, Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Blitar. Ledakan tersebut menghancurkan bangunan bekas pemondokan dan merusak beberapa bagian musala.

Selain itu, dua orang menjadi korban, yakni Mohammad Rifai (12) dan Asbian Syafa Maulana (9). Rifai harus mendapatkan perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi karena mengalami luka bakar hingga 70 persen, sedangkan Asbian mengalami luka ringan di bagian kepala.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!