Petasan Karbit yang Hancurkan Musala di Blitar Meledak Saat Hendak Disimpan

oleh

Blitar – Ledakan petasan berbahan gas karbit dan oksigen yang menghancurkan bangunan kosong bekas pemondokan dan merusak musala di Blitar terjadi saat petasan itu akan disimpan.

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Efendi mengatakan saat itu korban Mohammad Rifai yang ikut di lokasi kejadian membantu pelaku untuk menyimpan beberapa kantong plastik berisi campuran gas oksigen dan gas karbit.

“Dengan membawa kalau tidak salah empat kantong plastik itu korban masuk ke dalam bangunan kosong bekas pondok ini, kemudian selang beberapa menit meledak,” kata Sodik, Selasa (4/6/2019). Namun pihaknya mengaku belum bisa menjelaskan pemicu yang menyebabkan mercon tersebut meledak. Rencananya tim Laboratorium Forensik Polda Jatim akan diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Ledakan tersebut cukup keras lantaran jumlah petasan yang meledak cukup banyak. Bahkan sejumlah warga menyebut suara ledakan terdengar hingga radius 2 kilometer.

Sodik menambahkan, rencananya sejumlah mercon kantong plastik tersebut akan diledakkan pada malam takbir serta lebaran besok. Hal ini sudah menjadi tradisi dari warga sekitar untuk meramaikan lebaran. “Ini sudah menjadi tradisi di sini, tapi ini adalah tradisi yang salah,” ujarnya.

Sebelumnya, ledakan keras terjadi pada Selasa sore di Musala Tarbiyatul Mubtadiien, Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Blitar. Ledakan tersebut menghancurkan bangunan bekas pemondokan dan merusak beberapa bagian musala.

Selain itu, dua orang menjadi korban, yakni Mohammad Rifai (12) dan Asbian Syafa Maulana (9). Rifai harus mendapatkan perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi karena mengalami luka bakar hingga 70 persen, sedangkan Asbian mengalami luka ringan di bagian kepala.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!