Lebaran Momen Merajut Persatuan

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Usai berpuasa Ramadan selama sebulan, umat Islam kini merayakan kemenangannya. Mereka larut dalam suka cita dengan bertakbir, bertahmid, dan bertahlil.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh rakyat Indonesia bagi yang merayakannya.

Hal itu disampaikan Jokowi dengan berlatar suasana mudik menjelang hari raya. Dia berharap 1440 H dapat menjadi ajang untuk mempererat kembali semangat persatuan dan persaudaraan bangsa.

Persatuan masyarakat Indonesia sempat terkoyak setelah berlangsungnya Pileg dan Pilpres. Dengan silaturahmi, akan membuat persaudaraan makin kuat.

“Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai ajang untuk mempererat kembali persatuan dan persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa,” ujar Jokowi dikutip dari video dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (3/6/2019).

Momentum perayaan Idul Fitri kali ini juga diharapkan menjadi sebuah awal untuk berdiri bersama sebagai sebuah bangsa dan membangun bangsa ini ke depannya agar menjadi lebih baik.

“Dengan hati yang fitri mari kita membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih makmur,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan pesan bagi para pemudik yang hendak merayakan Idul Fitri di kampung halaman masing-masing. Ia turut mendoakan keselamatan dan kenyamanan bagi para pemudik selama di perjalanan.

“Saya mengucapkan selamat jalan bagi seluruh pemudik. Semoga selamat sampai tujuan dan selamat menikmati waktu bersilaturahmi dengan seluruh keluarga dan handai tolan,” tutur Jokowi.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. Ia menghimbau masyarakat di Idul Fitri 1440 H agar menjadikannya momen mempererat tali silaturahmi.

JK menjelaskan saling memaafkan selalu diucapkan bukan hanya momen lebaran saja.

“Tanpa diucapkan pun itu selalu begitu. Karena selalu dicantumkan baik dalam lisan dan tertulis, maaf lahir batin. Jadi saling memaafkan,” kata JK di rumah dinasnya, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2019).

Dia meminta kepada publik agar saling memaafkan kesalahan. Tanpa diimbau, masyarakat saling memaafkan satu sama lain.

“Kalau saling memaafkan berarti kesalahan kita pendam dan kembali kita bersatu. Dan silaturahim, halal bihalal itu bisa menjadi puluhan ribu kali di negeri ini. Tanpa diimbau tanpa diminta itu menjadi arena persatuan sendiri,” ungkap .

Kurangi Ketegangan

Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri (iStockphoto)

Sementara itu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud berpesan kepada umat Islam untuk menggelar halal bi halal saat Idul Fitri nanti. Menurut dia, ajang ini dapat mengurangi ketegangan-ketegangan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Marsudi menerangkan, manusia sebagai makhluk sosial, pasti pernah melakukan hal-hal yang menimbulkan kebencian dalam diri orang orang lain.

“Menjelang Idul Fitri ini, kita hendaknya membuka hati, utamanya dalam memberikan dan meminta maaf kepada orang lain,” ujar Marsudi, Sabtu 1 Juni 2019.

Seruan yang sama disampaikan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Ustaz Jeje Zaenudin. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam kembali merajut persatuan dan kesatuan.

“PP Persis mengharapkan agar suasana kesatuan, persatuan itu kembali utuh menjelang Hari Raya Idul Fitri dan seterusnya,” jelas Ustaz Jeje.

Persatuan perlu dirajut lagi mengingat masyarakat Indonesia terpecah menjadi dua kubu selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019. Ustaz Jeje meminta kedua kubu untuk melakukan rekonsiliasi nasional.

“Perlu ada rekonsiliasi nasional pasca-Pemilu, walaupun tentu saja proses gugatan peradilan di MK terus berjalan sesuai dengan agenda. Tapi harus disikapi dengan tenang, bijak, dan yakin atas indenpedensi MK,” kata Ustaz Jeje.

Ajakan merajut persatuan juga hendaknya disampaikan oleh para khatib salat Idul Fitri. Mereka diminta untuk menyampaikan materi khutbahnya tentang pentingnya persatuan Umat Islam dan sesama anak bangsa.

“Mengimbau kepada para khatib salat Idul Fitri untuk selain menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada para jemaah, juga mengingatkan tentang pentingnya setiap upaya memperkokoh hubungan persaudaraan antarsesama umat Islam, hubungan persaudaraan antarsesama anak bangsa, dan hubungan antarsesama anak manusia,” kata Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 31 Mei 2019.

Menurut dia, perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang harusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan menjadi penyebab terjadinya saling marah, saling benci, serta saling mencerca dan mencaci maki.

“Sehingga tercipta suasana politik dan demokrasi yang dilandasi nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesantunan, dan keadaban,” ujarnya.

Untuk itu, MUI mengimbau umat Islam di Indonesia agar dalam merayakan hari raya ldul Fitri tetap mengedepankan dan menjunjung tinggi perilaku terpuji, menjaga keamanan, kenyamanan dan kekhusyukan, serta menghindarkan diri dari perilaku yang berlebihan dan menyia-nyiakan harta.

“Sehingga hari raya tahun ini menjadikan kita umat Islam benar-benar kembali kepada fitrah penciptaan kita sebagai manusia, yaitu tunduk dan patuh dalam beribadah hanya kepada Allah,” ujar dia.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440, Taqqabbalallahu Minna Wa Minkum, mohon maaf lahir dan bathin.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!