Penjaja Uang Baru Mengeluh Peminat di Bandung Menurun

oleh

Bandung – Menjelang lebaran sejumlah penjaja jasa tukar uang bertebaran di Kota Bandung. Namun pada lebaran tahun ini, pedagang mengeluh lantaran sepi peminat penukaran uang.

Salah satunya Denis (47). Pria tersebut beralih profesi sementara dari penjual pakaian di Pasar Kiaracondong menjadi penjaja tukar uang. Denis mengeluh pendapatannya menurun pada tahun ini.

“Saya sudah 2 minggu turun ke jalan, cuma masih sepi yang nuker uang,” ucap Denis saat berbincang dengan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (31/5/2019).

Denis mengaku sudah 5 tahun menekuni profesi jasa penukaran uang di jalan saat momen menjelang lebaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, Denis mengaku pendapatannya lumayan.

Pada tahun lalu misalnya, dengan modal Rp 30 juta, Denis sudah bisa kembali mendapatkan modal awal sepekan menjelang lebaran. Namun tahun ini, dengan modal Rp 50 juta, beberapa hari jelang lebaran, modal awal belum tertutupi.

“Tahun kemarin Rp 30 juta seminggu sebelum lebaran sudah balik modal. Kalau sekarang tinggal beberapa hari lagi mau lebaran, saya baru laku Rp 5 juta,” kata pria asal Kota Medan, Sumatera Utara ini.

Denis menjelaskan faktor yang membuat sepinya peminat penukaran uang di jalan. Menurut dia, saat ini sejumlah bank masih beroperasi untuk penukaran uang.

“Bank masih buka sampai sekarang. Ya saya masih ada harapan kalau bank tutup mudah-mudahan minimal modal ketutupin. Sampai malam takbiran nanti saya masih di jalan,” kata dia.

Jasa penukaran uang yang dilakoni Denis menggunakan sistem persentase. Setiap uang yang ditukar, penukar memberi 10 persen dari setiap nominal uang yang ditukar.

“Misalkan mau nukar Rp 100 ribu, dilebihkan 10 persen atau Rp 10 ribu. Kalau Rp 200 ribu ya Rp 20 ribu,” tutur Denis.

Pantauan , jasa penukaran uang ini banyak tersebar di Jalan Merdeka. Pria dan wanita dewasa tampak berjejer di atas trotoar menawarkan uang-uang baru.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengharamkan jasa penukaran uang di jalan. MUI beralasan uang tidak boleh diperjual belikan.

Sementara itu, pihak kepolisian meminta masyarakat waspada apabila menukarkan uang di jalan. Salah satu hal yang patut diwaspadai ialah soal uang palsu.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!