Proses 15 Menit, Pegadaian Diserbu Nasabah Sejak Awal Ramadhan

oleh

Jakarta – Kebutuhan uang tunai biasanya meningkat untuk Lebaran. Nah, salah satu cara mendapatkan uang tunai mendatangi PT Pegadaian (Persero).

Sekretaris Perusahaan Pegadaian R Swasono Amoeng W menjelaskan, masyarakat ramai menggadaikan barang sejak awal Ramadhan.

“Karena orang pengusaha butuh modal kerja. Kalau Tanah Abang untuk kulakan (ambil dagangan), untuk beli barang. Orang daerah kulakan karena pasti laku,” katanya kepada di Kantor Pusat Pegadaian Jakarta, Selasa (28/5/2019).”Modal kerjanya dia butuh, pembiayaannya ada Pegadaian. Kenapa dipilih, karena cepat hanya bawa barang emas perhiasan yang dia miliki 15 menit udah jadi,” katanya.

Dia mengatakan, pinjaman atau outstanding loan 2 pekan di awal Ramadhan meningkat pesat. Tahun lalu saja kenaikannya sampai Rp 80 miliar.

“Tahun ini belum karena masih jalan. Itu polanya naik,” ujarnya.Sementara, dia mengatakan, saat 2 pekan jelang Lebaran masyarakat cenderung menebus barangnya. Sebab, modalnya telah kembali sejalan dengan cairnya tunjangan hari raya (THR).

Lalu, masyarakat cenderung kembali menggadaikan barangnya sebulan atau dua bulan setelah Lebaran. Pola ini, kata dia, terjadi setiap tahun.

Cair 15 Menit

Swasono menambahkan syarat untuk gadai barang di Pegadaian ialah cukup membawa KTP serta barang yang akan digadaikan. Pencairannya pun cepat, hanya 15 menit.

“Prosedurnya gampang bawa barang, KTP selesai, ini 15 menit. Bisa dilunasi di mana-mana,” katanya.

Dia bilang, Pegadaian sendiri memiliki sejumlah produk. Untuk besaran bunganya tergantung masing-masing produk yang ditawarkan.

“Tingkat bunganya tergantung (produk),” ujarnya.

“Yang jelas kalau gadai hanya bawa KTP, emas nggak perlu kwitansi, mudah banget,” sambungnya.

Menurut Swasono pola yang terjadi selama ini kecenderungannya ialah masyarakat ramai menggadai barang 2 minggu awal Ramadhan. Selanjutnya, mayoritas barang yang digadai ialah emas perhiasan, baru disusul elektronik dan kendaraan.

“Tetap, emas perhiasan 97%, kemudian elektronik HP, baru diikuti motor kendaraan dan lain-lain,” tutupnya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!