Mudik Lewat Bojonegoro, Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Kerupuk ‘Bang Jo’

oleh

Bojonegoro – Jika Madiun terkenal dengan brem, di Bojonegoro ada kerupuk yang disebut-sebut sebagai salah satu khas. Yakni Kerupuk Klenteng.

Dinamakan Krupuk Klenteng karena tempatnya terletak tidak jauh dari Klenteng Hok Swie Bio. Tempat ibadah Tri Dharma. Meski nama tersebut sudah dipatenkan, banyak warga yang menyebut kerupuk tersebut dengan sebutan Kerupuk Abang Ijo atau ‘Bang Jo’.

Sama seperti kerupuk pada umumnya, bahan dasar kerupuk menggunakan tepung tapioka, tepung terigu dan pewarna makanan. Kemudian ditambah bahan racikan warisan keluarga.

Pelanggan bisa membeli kerupuk tersebut dengan berbagai pilihan harga tergantung ukuran kemasan. Untuk kemasan satu kilogram, krupuk yang diolah menggunakan kayu bakar itu dibandrol dengan harga Rp 27 ribu.

Mudik Lewat Bojonegoro, Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Kerupuk 'Bang Jo'Foto: Ainur Rofiq

Kerupuk legendaris itu diproduksi di sebuah rumah lawas di Jalan Jaksa Agung Suprapto 132, Bojonegoro. Produksi berlangsung dari pagi hingga sore.

Setiap harinya, hilir mudik pembeli selalu tampak di tempat tersebut. Ada yang membeli dalam jumlah banyak untuk kemudian dijual kembali. Ada juga yang membeli untuk dikonsumsi sendiri.

“Kalau saya beli kerupuk untuk dibuat makan sendiri bersama keluarga. Kalau beli Kerupuk Abang Ijo ini ya sering, gurih rasanya,” kata salah seorang pembeli Supriatin kepada , Selasa (28/5/2019).Kerupuk Klenteng sudah populer dari tahun ke tahun. Bahkan pemiliknya saat ini merupakan generasi ke empat. Meski demikian, rasa krupuk tersebut tidak berubah.

Mudik Lewat Bojonegoro, Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Kerupuk 'Bang Jo'Foto: Ainur Rofiq

“Rasanya masih tidak berubah. Karena masih mengandalkan resep sang pendirinya yakni Tan Tjian Liem. Yang memperkenalkan kerupuk abang ijo pada tahun 1929,” kata salah satu pemilik keluarga pemilik pabrik, Suryanto.

Setiap harinya, para pekerja di Pabrik Kerupuk Klenteng menyiapkan adonan, mencetak krupuk mentah, dan menjemurnya di halaman. Kemudian kerupuk-kerupuk tersebut digoreng setelah dirasa cukup kering.

“Pembeli ada yang beli eceran, ada yang banyak, ya dikirim ke mana mana. Ada pula yang datang dari banyak tempat. Baik dari Bojonegoro sendiri, atau dari kota-kota lain yang sengaja beli krupuk ini untuk dari Bojonegoro,” pungkasnya.

Jika lebaran ini Anda mudik ke Jawa Timur melewati Bojonegoro, maka tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk membeli kerupuk khas oleh-oleh kota ini.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!