Todong Pistol ke Pedagang, Senpi Bos Mal di Makassar Berizin Resmi

oleh

Makassar – Bos mal dan hotel di Makassar, Hasan Basri ditangkap karena menodongkan senjata kepada seorang pedagang. Setelah diperiksa, izin senpi Hasan dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya.

“Adapun senjata api yang dimiliki Hasan ini memiliki izin dari Polda Metro Jaya jadi tidak ada masalah,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Selasa (28/6/2019).
Dicky menjelaskan status Hasan masih terperiksa di Polres Pelabuhan. Pemeriksan kepada tokoh terkenal di Makassar ini telah dilakukan sejak semalam.

“Melakukan pemeriksaan malam secara maraton kami periksa apakah yang bersangkutan layak ditetapkan tersangka atau tidak,” ungkapnya.

“Tapi dengan pengancaman itu kemungkinan bisa dijadikan pelaku juga tapi kita tunggu saja hasil perkara dari Polres Pelabuhan,” sambung dia.

Pihaknya lanjut Dicky, masih mendalami alasan Hasan Basri berani mengeluarkan pistol kepada salah seorang pedagang di MTC, bernama Hendrik. Dia menduga, Hasan terbawa emosi saat itu.

“Kalau kita melihat situasi mungkin dia emosi, dia tertekan perasaan yang tidak enak sehingga mengeluarkan senjata itu tidak mungkin dia tenang-tenang mengeluarkan senjata,” jelasnya.
Seperti diketahui, pedagang yang ditodong pistol oleh Hasan Basri ialah Henrik (38). Dia mengaku ditodong karena memprotes sebuah pameran yang dianggap merugikan pedagang.

Hendrik menceritakan dirinya adalah salah seorang pedagang handphone di MTC. Kejadian penodongan ini terjadi pada Minggu (26/5) kemarin. Saat itu, Hendrik bersama teman temannya sesama pedagang di lantai I mall MTC memprotes adanya pameran di lantai Ground mall itu.

“Jadi dua kali saya ditodong oleh Hasan Basri,” ujar Hendrik saat ditemui .

Setelah penodongan senjata itu, Hendrik mengaku diajak berbicara oleh anak Hasan Basri bernama Hensen. Namun, tidak lama berbicara soal pameran dengan Hensen, Hendrik sekitar pukul 17.30 Wita langsung pergi ke kantor polisi melaporkan penodongan itu.

“Saya laporkan soal ancaman karena saya ketakutan ditodong pistol. Saya merasa ada ancaman karena jarinya Hasan Basri sudah di pelatuk saat ancam saya,” terangnya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!