Cara Banyuwangi Serukan Kedamaian Usai Pemilu

oleh

Uri.co.id, Jakarta Demi menjaga kedamaian pasca pemilu, para ulama dan umara (pemimpin) di Banyuwangi sepakat, untuk menjalin kebersamaan dalam pembangunan daerah. Hal itu terungkap dalam acara Peringatan Nuzulul Quran yang digelar PC Nadlatul Ulama Banyuwangi di PP. Al-Falah, Siliragung, Jumat (24/5).

Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufiq Herdiansah Zeinardi, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Ruli Nuryanto, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Kepala Pengadilan Agama Banyuwangi dan jajaran Pemkab Banyuwangi.

Yusuf mengatakan kini sudah saatnya untuk kembali membangun negara dan daerah. “Mari kita kembali beraktivitas sebagaimana biasanya. Kita kembali merajut kebersamaan membangun daerah kita, membangun negara kita,” ujar Yusuf.

Persaudaraan, kata Yusuf, lebih penting dari sekadar perbedaan politik. “Tidak ada yang lebih penting yang perlu kita jaga di atas persaudaraan antar anak bangsa,” ujarnya.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufiq HZ juga menegaskan hal senada. Perbedaan pilihan politik sudah harus diakhiri. “Tak ada lagi 01, tak ada lagi 02. Yang ada 03, yakni Persatuan Indonesia,” tegasnya.

Dalam buka bersama keluarga besar PC NU Banyuwangi itu, tak kurang dihadiri seribu orang. Mulai dari Pengurus Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan badan otonom. Mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa dan Banser.

Para kiai yang hadir antara lain Rais Syuriyah KH. Zainullah Marwan, KH. Abdul Ghofar, KH. Muwafiq Amir, KH. Abdullah Mukhtar, KH. Masruchin Aba Hidayat, KH. Achmad Siddiq, dan puluhan ulama lainnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini mengatakan polemik tentang hasil pemilu cukup diproses melalui jalur hukum yang telah diatur perundang-undangan.

“Soal pemilu dan pilpres sudah selesai. Kita serahkan saja pada yang berwenang,” kata KH. Ali Makki.

Ali Makki juga menyerukan ke sejumlah kiai dan tokoh NU se Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi aktor rekonsiliator di daerahnya masing-masing.

“Yang sebelumnya konflik karena pemilu, mulai sekarang harus akur kembali,” katanya.

(*)

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!