Lini Serang Gahar, Atalanta pun Finis Empat Besar

oleh

Bergamo – tampil mengejutkan di Liga Italia musim ini. Tak hanya lolos ke , Gli Orobici juga berhasil menjadi tim tertajam di kompetisi itu.

Siapa yang menyangka Atalanta bisa tampil begitu apik musim ini. Pada laga terakhir Serie A menghadapi Sassuolo di Stadio Atleti Azzurri d’Italia, Senin (27/5/2019) dinihari WIB, La Dea berhasil menang 3-1.

Kemenangan tersebut memastikan Atalanta finis di peringkat ketiga klasemen dengan 69 poin. Mereka mengakhiri musim di atas , AC Milan, AS Roma, dan Lazio.

Ini menjadi pertama kalinya bagi mereka finis di peringkat ketiga Serie A sejak berdiri 111 tahun lalu . Tak hanya itu, Papu Gomez dkk juga akan debut di Liga Champions musim depan karena pencapaian tersebut.

Tak diperkuat pemain bintang layaknya Juve, Inter, dan Milan, modal utama Atalanta adalah ketajaman lini serang mereka yang berhasil membukukan 77 gol, terbanyak musim ini. Bahkan Juventus yang jadi juara Serie A dan punya cuma bisa bikin 70 gol dan Napoli yang membukukan 74 gol.

Menilik dari statistik Whoscored, Atalanta ada di peringkat ketiga sebagai tim dengan rataan penguasaan bola terbaik yakni 55, 7 persen. Mereka jadi tim kedua setelah Napoli dengan total attempts paling banyak per laga, yakni 16,9 attempts.

Dua pemain Atalanta yang paling berpengaruh untuk lini serang mereka adalah Duvan Zapata dan Papu Gomez. Zapata mencetak 23 gol sepanjang musim, hanya kalah dari Fabio Quagliarella yang punya 26 gol.

Sementara Gomez menjadi pemain dengan assist terbanyak di Serie A bersama Dries Mertens dengan total 11 umpan. Gomez juga bikin tujuh gol. Kelemahan paling mencolok adalah lini belakang di mana mereka kebobolan 46 gol, terbanyak di antara penghuni lima besar.

Ketika Ronaldo Mati Kutu Lawan Atalanta:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!