Otoritas Penerbangan Global Gagal Sepakati Waktu Kembalinya Boeing 737 MAX

oleh

Texas – Otoritas penerbangan sipil dari seluruh dunia gagal menyepakati batas waktu untuk kembali mengudara setelah di-grounded secara global beberapa bulan terakhir. Pekan ini, otoritas penerbangan sipil dunia berkumpul di Texas, (AS).

“Satu-satunya jadwal adalah memastikan pesawat aman untuk terbang,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA), Daniel Elwell, saat menyampaikan kesimpulan dalam pertemuan panjang di Texas, seperti dilansir AFP, Jumat (24/5/2019).

Elwell menyatakan bahwa ada kesepakatan untuk melanjutkan dialog, namun dia mengakui bahwa ‘setiap negara harus mengambil keputusan sendiri’.

“Jika mereka mencabut grounding relatif berdekatan dengan saat kita mencabut grounding, saya pikir itu akan membantu untuk kepercayaan publik,” ujar Elwell dalam pernyataannya. “Kita tidak bisa dikendalikan oleh sejumlah kerangka waktu yang sewenang-wenang,” imbuhnya.Sebelum dua kecelakaan mematikan Boeing 737 MAX yang digunakan maskapai pada Maret lalu dan pada Oktober 2018, kebanyakan otoritas penerbangan berbagai negara akan mengikuti hasil penilaian FAA. Namun usai dua tragedi yang menewaskan total 346 orang itu, reputasi FAA tercoreng. Tuduhan menghujani yang disebut terlalu nyaman dengan Boeing. Kini, otoritas penerbangan berbagai negara tampaknya tidak akan langsung mengikuti FAA.

Pada Rabu (22/5) waktu setempat, Elwell mengungkapkan bahwa Boeing belum menyerahkan hasil perbaikan software untuk dikaji lebih lanjut, setelah FAA mengajukan pertanyaan tambahan. “Begitu kami memenuhi permintaan informasi dari FAA, kami akan siap untuk menjadwalkan uji coba penerbangan untuk sertifikasi dan mengajukan dokumentasi sertifikasi akhir,” demikian pernyataan Boeing.

Para penyidik dua tragedi Ethiopian Airlines ET 302 dan Lion Air JT 610 fokus pada sistem anti-stall MCAS pada Boeing 737 MAX. Pekan lalu, Boeing menyatakan update software MCAS telah siap untuk proses sertifikasi.

Elwell menyatakan pada Kamis (23/5) waktu setempat bahwa proses sertifikasi bisa memakan waktu sekitar satu bulan, dua bulan atau lebih lama. “Itu semua ditentukan oleh apa yang kami temukan dalam analisis kami terhadap aplikasinya,” ucap Elwell kepada CNBC.Begitu Boeing mengajukan seluruh dokumennya, FAA akan melakukan uji terbang dan melakukan analisis untuk mengevaluasi keamanan software tersebut.

Sejumlah maskapai AS yang mengoperasikan Boeing 737 MAX, termasuk American Airlines, Southwest Airlines dan United Airlines, telah mengutarakan harapan mereka untuk kembali menerbangkan pesawat jenis tersebut paling lambat pada pertengahan Agustus mendatang.

Namun Elwell menyatakan bahwa otoritas penerbangan sipil berbagai negara belum memutuskan soal perubahan terhadap pelatihan pilot, begitu penyesuaian dari Boeing disetujui. AS dan sejumlah negara lainnya, termasuk Kanada, memiliki opini berbeda soal hal tersebut.

AS, sebut Elwell, meyakini pelatihan dengan komputer atau tablet sudah cukup. Namun Kanada menginginkan pelatihan dilakukan dengan simulator penerbangan.Badan Keamanan Penerbangan Eropa, Kanada dan Brasil merupakan beberapa negara yang menyatakan akan melakukan evaluasi sendiri terhadap perbaikan sistem MCAS yang dilakukan Boeing.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!