Dituntut 15 Tahun Bui, Karen Bantah Investasi Blok BMG Salah Prosedur

oleh

Jakarta – Eks Dirut Pertamina membantah melawan hukum dalam investasi Pertamina di blok Basker Manta Gummy (BMG). Menurutnya, persetujuan investasi itu disertai penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA).

“Ini kan saya harus kembali lagi apa kemarin dalam sidang tidak terlalu menyimak, atau bagaimana nanti satu per satu akan dipaparkan dan mungkin juga akan kami nanti bagikan ke media dan dilengkapi bagian-bagian dari SPA. Supaya ini jelas apa yang ditandatangani Pertamina semua risiko sudah dimitigasi sehingga tidak ada kami lakukan sesuatu di luar prosedur,” kata Karen usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019).

Menurut Karen, investasi tersebut disetujui komisaris dan direksi Pertamina sehingga ia tidak melanggar kewenangan apapun. Dia pun merasa bingung dikenakan pidana karena investasi tersebut.

“Ini akusisi bisnis hulu menjadi ilmu yang belum dipahami dan harus segera disampaikan, karena ini terus terang akan membuat preseden buruk nanti setiap ada sumur yang gagal eksplorasi atau yang tidak berhasil bisa dipidanakan. Ini bola salju sebenarnya, apa ini sengaja Indonesia dibuat pengimpor minyak, saya tidak tahu. Kalau kita secara teknis pengeboran eksplorasi di-challenge oleh pihak-pihak yang tidak mengerti DGR ini jadi preseden buruk,” jelas dia.

Karen Agustiawan sebelumnya dituntut 15 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Karen diyakini jaksa bersalah melakukan korupsi dalam investasi blok Basker Manta Gummy (BMG).

Jaksa menyatakan Karen bersalah melawan hukum dalam investasi Pertamina sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara. Berdasarkan perhitungan akuntan publik, kerugian negara mencapai Rp 568 miliar.

Selain itu, jaksa juga menuntut Karen Agustiawan membayar uang pengganti. Karen dituntut membayar uang pengganti Rp 284 miliar karena merugikan negara.

Apabila Karen tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita dan dilelang. Apabila harta yang disita tidak mencukupi membayar uang pengganti, maka Karen dipidana penjara selama 5 tahun.

Karen diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHP.

‘Sepak Terjang Karen, Eks Dirut Pertamina Tersangka Korupsi’:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!