Menjawab Polemik Dana Haji

oleh

Jakarta – Pada tahun ini, Indonesia mendapat tambahan kuota haji sebanyak 10.000 jamaah dari Pemerintah Arab Saudi. Meski mendapat jatah kuota tambahan, namun sepertinya pemerintah perlu kerja keras untuk mendapatkannya.

Sebab, penambahan kuota itu diiringi dengan penambahan anggaran. Tambahan biaya itu untuk pelayanan jemaah haji, operasional haji, dan safeguarding. Dari total biaya tambahan itu, sebesar Rp 183.729.060.559 dibebankan ke APBN.

Selain itu, juga ada tambahan anggaran sebesar Rp 6.805.482.100 yang dialokasikan untuk kebutuhan petugas haji tambahan. Dana tersebut bersumber dari APBN.Adanya tambahan anggaran ini menimbulkan sedikit pertanyaan di kalangan masyarakat. Calon jamaah sudah membayar, tapi kenapa pemerintah masih perlu mencari dana tambahan tersebut? kok bisa?

Menjelaskan hal itu, Kepala Badan Pelaksana, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu memberi pemaparan lengkap kepada . Bukan cuma soal tambahan kuota haji, Anggito juga berbicara mengenai isu dana haji untuk infrastruktur.

Penasaran bagaimana penjelasan Anggito Abimanyu?Simak hasil lengkapnya wawancara khusus Blak-blakan Anggito Abimanyu, di .

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!