Jakarta bakal Ditinggal Mudik, Layanan KRL Tetap Normal

oleh

Jakarta – Selama hari raya Idul Fitri, PT Kereta Commuter Line Indonesia (KCI) tetap beroperasi normal. Artinya, tak ada perubahan jadwal maupun rute perjalanan KRL.

“Kami tetap beroperasi normal. Nggak ada perubahan, semuanya sama,” tutur VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba, dalam konferesi pers kesiapan angkutan lebaran PT KCI, Kamis (23/5/2019).

Jadwal KRL tak ada perubahan, yakni pukul 04.00 sebagai kereta paling awal. Lalu mengakhiri perjalanan pada pukul 00.54 sebagai kereta paling akhir. Namun, setiap stasiun disesuaikan jadwal kereta pertama dan kereta terakhirnya sesuai dengan jadwal harian.

Lalu, untuk rutenya pun tak ada perbedaan. Anne mengatakan, semua jalur tetap normal. Akan tetapi, ada penyesuaian dengan perjalanan kereta jarak jauh yang selama angkutan lebaran nanti dioperasikan lebih banyak.

“Untuk rute seperti biasa saja. Kalau yang ada skema sampai Manggarai saja untuk kereta yang menuju Jakarta Kota, itu hanya planning. Kita akan tetapkan rutenya normal di hari H lebaran,” jelas Anne.Menjelang lebaran nanti, KCI akan tetap mengoperasikan 938 perjalanan KRL per harinya. Jumlah ini sama dengan total perjalanan KRL di hari-hari biasa.

Lalu, untuk jumlah penumpangnya KCI memprediksi akan ada lonjakan penumpang 3% dari musim liburan yang sama di tahun 2018.

Pada tahun 2018, tercatat H-7 sampai dengan H+7 lebaran KCI memperoleh penumpang sebanyak 11.208.786 orang. Tahun ini, KCI memprediksi jumlahnya akan bertambah.

“Perkiraan volume penumpang untuk angkutan lebaran 2019 diperkirakan akan naik sekitar 3% dibanding tahun 2018. Maka proyeksinya sebesar 11,5 juta penumpang,” ungkap Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti.

Double double track

Pengoperasian kereta yang melintas double double track (DDT) baru sepanjang Stasiun Jatinegara-Cakung sejak awal April 2019. Pihak KCI mengakui hal tersebut belum bisa mengoptimalkan perjalanan KRL 100%.

“Tentu kami akan berupaya untuk kelancaran perjalanan KRL ke bekasi termasuk dengan adanya DDT di operasikan khususnya di koridor antara Jatinegara sampai Cakung. Memang tidak akan cukup banyak membantu untuk perjalanan KRL di lintas timur tersebut,” ujar Direktur Teknik PT KCI John Roberto, dalam konferensi pers kesiapan angkutan lebaran KCI, Kamis (23/5/2019).Pasalnya, DDT baru melintas di sebagin koridor. John menyebutkan, untuk kereta yang akan melintas dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Jatinegara, serta kereta yang akan melintas dari Stasiun Cakung menuju Stasiun Bekasi (berlaku sebaliknya) masih menggunakan double track atau existing track.

“Ketika satu perjalanan KRL akan berangkat dari Cakung sampai Bekasi, begitu juga ketika KRL akan masuk ke Jatinegara, atau Jatinegara berangkat ke arah Gambir mungkin akan sedikit tersendat. Karena untuk DDT sekali lagi hanya dioperasikan di Jatinegara sampai Cakung. Sedangkan, untuk Cakung sampai dengan Bekasi, Jatinegara sampai dengan Manggarai masih double track,” jelas John.

Lalu, untuk angkutan lebaran nanti, yang dimulai pada 26 Mei hingga 13 Juni 2019, KCI akan menggunakan DDT sepenuhnya untuk kereta jarak jauh. Akan tetapi, melihat jumlah perjalanan kereta api di angkutan lebaran akan lebih banyak, jalur double track atau existing track akan tetap digunakan sebagai lintasan kereta api jarak jauh.

“Khusus untuk lintas yang baru atau new track itu full digunakan untuk kereta api jarak jauh dan kereta api barang. Kemudian, di track existing dimanfaatkan untuk KRL dari KCI maupun kereta api bandara. Termasuk juga secara insidentil digunakan untuk kereta api jarak jauh,” kata dia.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!