Sempat Disebut Terduga Teroris Garut, Warga Ciamis Dilepas Polisi

oleh

Ciamis – Satu dari lima orang yang sempat disebut terduga teroris dan ditangkap polisi di Kabupaten Garut telah pulang ke rumahnya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (22/5) malam. Ia ialah Sapri (42), warga Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sapri dilepas polisi.

Saat ke rumahnya, Kamis (23/5/2019), dipastikan Sapri sudah berada di rumahnya. Ia tengah berada di ruang tamu dan terlihat berbincang dengan tiga pria.Sapri mengaku masih kelelahan. Ia ingin beristirahat. Sehingga untuk sementara ini tak bersedia diwawancara. Lalu ia menyarankan untuk bertemu ketua RT setempat.

Saat ditemui di sekitar kediaman rumah Sapri, Ketua RT 04 Ismail Suangga membenarkan warganya tersebut pulang diantar bersama petugas dari Polda Jawa Barat. “Semua (Sapri dan empat orang lainnya) sudah pulang dikawal dari Polda Jawa Barat. Sempat ngobrol, katanya tidak apa-apa hanya pemeriksaan saja. Mendengar itu saya lega, memang saya tidak percaya bahwa warga saya ini terduga teroris. Karena orangnya saleh dan rajin ibadah,” tutur Ismail.

Ia mengungkapkan untuk saat ini Sapri perlu beristirahat. Selain itu, sebut dia, Sapri mengalami kambuh sakit pinggang. Menurut Ismai, Sapri bersedia ditemui serta diwawancarai setelah pulih dan membaik.Sapri bekerja sebagai pegawai PDAM di Manonjaya. Ia juga sebagai pengusaha kelapa dan bumbu masakan Padang. Keberangkatan Sapri ke Jakarta untuk menghadiri aksi 22 Mei.

“Kan dulu juga waktu aksi 212, keluarga Sapri semua berangkat. Kalau sekarang hanya dia dan rekannya juga adik iparnya karena punya anak kecil,” kata Ismail.

Pihak keluarga membantah bahwa Sapri terduga teroris. Hal tersebut dijelaskan oleh Dora Gumilawati, isteri Sapri, saat ditemui di rumahnya, Jalan RD Okas Bratakusumah, Karang, Ciamis, Jawa Barat. Dora menjelaskan keberangkatan suaminya bersama empat rekan ke Jakarta bermaksud untuk mengikuti aksi 22 Mei.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!