Dampak Ricuh Aksi 22 Mei, Pengunjung Wisata Kota Tua Hanya Puluhan Orang

oleh

Jakarta – Kepala Unit Pelaksana Kerja (UPK) Kota Tua Jakarta, Norviadi S Husodo, memastikan lokasi wisata aman dikunjungi wisatawan meski ricuh unjukrasa di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI masih berlangsung.

“Iya (aman). Kalau di area Taman Fatahillah bisa dikatakan cukup kondusif, karena malam hari masih ada yang datang ke sana, teman komunitas juga beraktivitas,” ujar Norviadi di Jakarta, Rabu, 23 Mei 2019, dilansir Antara.

Soal pengamanan, mendapat dukungan keamanan 50 personel TNI dan 100 personel Polri khusus di area Taman Fatahillah.

Sementara itu, di area sekitar Glodok hingga telah diterapkan penebalan personel keamanan sebanyak 1.100 personel untuk membatasi pendemo melewati wilayah Kota Tua.

“Yang mau masuk ke Taman Fatahillah juga sudah ada pengamanan,” ujar dia menambahkan.

Antisipasi pengamanan tersebut juga ditujukan untuk melindungi beberapa cagar budaya dari kerusakan yang bernilai besar apabila pendemo memasuki kawasan tersebut.

Jumlah Pengunjung

Pengunjung melintasi lukisan yang ada di Museum Fatahillah dan Museum Wayang, Kota Tua, Jakarta, Selasa (26/6). Pemprov DKI menggratiskan biaya masuk sejumlah museum menyambut HUT ke-491 Jakarta. (Uri.co.id/Arya Manggala)

Di sisi lain, Norviadi mengatakan ricuh yang terjadi di Bawaslu berdampak signifikan pada penurunan jumlah wisatawan mulai Senin, 20 Mei 2019.

Pada hari-hari biasa pengunjung museum sejarah bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Namun selama ricuh terjadi di Bawaslu RI, pengunjung hanya sekitar puluhan orang saja.

“Penurunannya cukup drastis. Mungkin masyarakat sudah antisipasi untuk lebih baik tidak keluar rumah demi kepentingan keselamatan diri,” pungkasnya.

Pantauan Antara pada Rabu, 22 Mei 2019, kawasan Kota Tua terlihat cukup lengang dan tidak banyak lampu terang menyala. Tidak banyak aktivitas di dalamnya seperti dari komunitas sepeda onthel, humanoid, dan komunitas perupa.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!