Prabowo: Hindari Kekerasan yang Memprovokasi

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengucapkan belasungkawa atas tewasnya sejumlah orang akibat kerusuhan yang terjadi usai demonstrasi di Kantor Badan Pengawas Pemilu 23 Mei dini hari.

Innalilahi Wainnailaihi Rajiun, kami mengucapkan belansungkawa atas apa yang terjadi malam hari kemarin, dan dini hari ini,” kata Prabowo di Rumah Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Prabowo meminta para pendukungnya untuk menyalurkan aspirasi lewat aksi demonstrasi yang kententuannya dijamin oleh konstitusi. Hanya saja, mantan Pangkostrad ini meminta mereka tidak terprovokasi dan menggunakan aksi kekerasan fisik.

“Kami mendukung penggunaan hak konstitusional yg berakhlak damai tanpa kekerasan. Oleh sebab itu saya mengimbau kepada sleuruh pihak yang menyampaikan aspirasi, pihak kepolisian, TNI, dan semua pihak untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik,” tegas dia.

“Juga hindari kekerasan yang dapat memprovokasi si bulan yg baik dan suci ini,” lanjut dia.

Rajut Persatuan

Prabowo meminta kepada semua pihak agar peristiwa semalam dan subuh tadi yang disebutnya telah mencoreng nama bangsa tidak boleh terjadi lagi.

Dia khawatir persatuan yang telah dirajut dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa rusak dan sulit dirangkai kembali.

“Kami memohon pertolongan kepada Tuhan, kemanunggalan TNI-Polri dan rakyat terjaga dan tidak dipakai untuk alat kekuasaan, kami mohon jangan menyakiti memukul dan menembak hati rakyat,” Prabowo menandasi.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!