Pembakaran Mapolsek di Papua Tidak Terkait Pemilu

oleh

Jayapura – Markas Polsek Wagete, Papua, dibakar massa. Polisi memastikan aksi pembakaran itu terkait kasus kriminal yaitu kasus kekerasan dan penganiayaan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal mengatakan, tidak ada korban tewas akibat tertembak polisi saat insiden terjadi. Aksi ini bermula dari penangkapan pelaku penganiayaan terhadap warga sipil dan penyerangan anggota Polri, MD (20).

“MD yang merupakan pelaku penganiayaan dan perusakan kendaraan milik warga sipil dan anggota Polri, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kamal kepada wartawan di Jayapura, yang dikutip dari Antara, Rabu (22/5/2019).
Kamal mengatakan, peristiwa kekerasan itu terjadi pada Selasa (21/5) pukul 17.00 WIT. Kala itu warga menemukan adanya tindakan kekerasan dan pemerasan yang dilakukan MD. Warga langsung melaporkan insiden yang terjadi pada pos polisi sehingga anggota kemudian mendatangi TKP.

Namun tersangka melakukan perlawanan dengan memukuli anggota dan mobil patroli sehingga anggota kemudian kembali ke polsek dan melaporkannya. Mendapat laporan tersebut kemudian anggota kembali mendatangi rumah tersangka, namun MD kembali melakukan perlawanan dengan mengeluarkan panah beserta busur dan diarahkan ke anggota.

“Akibatnya anggota mengeluarkan tembakan peringatan, namun tersangka terus melawan dan mengejar anggota sehingga terpaksa kembali menembak dan mengenai MD, ” ucap Kamal.

Tak lama setelah MD ditembak, sekitar 50 orang warga menyerang polsek dan melakukan pembakaran. Selain membakar polsek, massa juga membakar tiga toko dan melakukan pelecehan terhadap tiga warga sipil di Wagete.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!