Mendalami Makna Manten Tebu di Pabrik Gula Kudus

oleh

Kudus – Terdapat salah satu tradisi unik yang ada di Pabrik Gula Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. Tradisi tersebut dikenal dengan Manten Tebu, digelar pada setiap tahun, sebelum masuk masa penggilingan tebu.

Prosesi tradisi pernikahan tebu ini dilaksanakan layaknya pernikahan manusia. Dua batang tebu pria dan wanita diberi nama Roro Ayu Manis dan Bagus Rosan Prakoso.

Agus Sulistiyanto Manajer PG Rendeng menjelaskan, tradisi Manten Tebu selalu diadakan turun temurun.

“Karena itu yang bisa bikin nyaman petani dan dari karyawan sendiri. Sehingga kita teruskan ritual sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Agus kepada awak media di sela-sela acara di pabrik yang berada di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019).

Tradisi Manten Tebu di Kudus. Tradisi Manten Tebu di Kudus. Foto: Akrom Hazami/

Manten Tebu menjadi implementasi rasa syukur para petani dan karyawan pabrik.

“Sudah lama, setiap awal musim giling,” ujarnya lebih lanjut.

Tanaman tebu yang dipilih menjadi Manten, merupakan tebu yang terbagus. Dia mengibaratkan yang ditampilkan adalah tebu yng benar-benar tampan untuk pria dan cantik untuk wanita.

Adapun penamaan Roro Ayu Manis dan Bagus Rosan Prakosa yaitu tebu cantik dan manis sesuai harapan mereka.

Tradisi Manten Tebu di Kudus. Tradisi Manten Tebu di Kudus. Foto: Akrom Hazami/

“Harapannya dari penamaan akan memberikan tebu dengan kadar gula yang tinggi, randemen yang tinggi,” jelasnya menafsirkan nama Roro Ayu Manis.

Sedangkan nama Bagus Rosan Prakosa dimaknai untuk menghasilkan tebu yang baik, tanaman juga harus gagah, tinggi dan besar. Untuk pengambilan nama, kata Agus, tidak ada ritual khusus. Hanya pihaknya memilih nama dengan arti yang bagus.

“Untuk pengambilan nama memang berasal dari teman-teman dari musyawarah. Ibarat mau memberi nama anak, harus musyawarah dulu dan punya arti baik,” jelasnya.

Tradisi Manten Tebu di Kudus. Tradisi Manten Tebu di Kudus. Foto: Akrom Hazami/

Dalam prosesi itu, dipanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar nantinya penggilingan tebu berjalan baik. Manten Tebu untuk laki-laki diambilkan dari tebu asal Tlogowungu Pati, dan perempuan dari tebu Desa Bacin, Kudus.

Saat kirab temanten tebu berlangsung, panas sore hari di lokasi amat mendukung. Sejumlah warga ikut hadir menyaksikannya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!