Antisipasi Diblokir Google, Huawei Ternyata Sudah Siapkan Toko Aplikasi Sendiri

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Google mengumumkan bahwa pihaknya akan memutuskan hubungan bisnis dengan .

Langkah itu diambil usai pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan Huawei sebagai daftar hitam perdagangan negara tersebut.

Dengan keputusan ini, smartphone masa depan Huawei dipastikan tidak dapat lagi menikmati layanan Android dari Google. Hal itu diprediksi akan berimbas pada masa depan konsumen smartphone .

Kendati demikian, laporan terbaru dari Bloomberg ternyata menyebut Huawei sebenarnya sudah mengantisipasi adanya kemungkinan pemblokiran dari pihak AS.

Karenanya, perusahaan asal Tiongkok itu mempersiapkan alternatif aplikasi lain di luar ekosistem Google.

Dikutip dari The Verge, Selasa (21/5/2019), aplikasi yang dimaksud adalah App Gallery. Sesuai namanya, aplikasi ini merupakan toko aplikasi–mirip Play Store. App Gallery sendiri sudah hadir sejak beberapa waktu lalu di smartphone Huawei dan Honor.

Bloomberg juga menyebut Huawei sejak 2018 sebenarnya sudah mengajak dan membantu sejumlah pengembang aplikasi merilis aplikasinya di Tiongkok.

Namun, aplikasi tersebut harus didistribusikan melalui App Gallery.

Tidak hanya itu, Huawei juga menjanjikan pada para pengembang dapat membuka akses pada sekitar 50 juta pengguna smartphone-nya di Eropa melalui aplikasi ini.

Untuk mendukung rencana itu, Huawei dilaporkan turut menyediakan tool untuk mengubah software yang ditulis di Play Store dapat beroperasi di App Gallery.

Menurut prediksi, rencana awal Huawei menyediakan App Gallery adalah sebagai jembatan antara pasar Eropa dan Asia, khususnya Tiongkok.

Terlebih, di Tiongkok layanan milik Google memang diblokir dan tidak dapat digunakan.

Apa Rencana Huawei dengan App Gallery?

Device Laboratory milik Huawei di Beijing, Tiongkok. Uri.co.id/Andina Librianty

Kendati demikian, belum dapat dipastikan seperti apa rencana Huawei selanjutnya dengan App Gallery.

Namun dari sejumlah laporan, Huawei memang sudah menyiapkan rencana jika suatu saat diblokir pemerintah AS.

Perusahaan itu diketahui sudah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk menyiapkan rencana darurat.

Salah satunya adalah dengan mengembangkan teknologinya sendiri, seandainya diblokir dari penggunaan Android.

Beberapa teknologi ini telah digunakan dalam produk-produk mereka yang dijual di Tiongkok.

Dalam sebuah wawancara Maret lalu, Rotating Chairman Huawei Eric Xu mengatakan, Huawei mengantisipasi tindakan pembalasan oleh perusahaan AS.

“Apapun yang terjadi, Android Community tidak memiliki hak hukum untuk memblokir perusahaan manapun dari mengakses lisensi open source Android,” tutur Xu.

(Dam/Jek)

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!